Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Pastikan Keamanan Pangan Ikan, KKP dan Brimob Kolaborasi Awasi Kontaminasi Radioaktif

Pastikan Keamanan Pangan Ikan, KKP dan Brimob Kolaborasi Awasi Kontaminasi Radioaktif

Kamis, 30 April 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Pastikan Keamanan Pangan Ikan, KKP dan Brimob Kolaborasi Awasi Kontaminasi Radioaktif. [Foto: dok. KKP]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengawasan mutu dan keamanan hasil perikanan dengan menggandeng Korps Brimob Polri, khususnya dalam mendeteksi potensi kontaminasi zat radioaktif di sepanjang rantai produksi. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keamanan pangan sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar ekspor.

Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) dengan Korps Brimob Polri.

Kepala Badan Mutu KKP Ishartini mengatakan, kolaborasi ini melibatkan unit Pasukan Gegana Brimob yang memiliki keahlian dalam pemindaian dan deteksi radionuklida. 

“Badan Mutu KKP telah bersinergi dengan berbagai instansi untuk melakukan pengawasan terhadap adanya kontaminasi radioaktif di sepanjang rantai produksi perikanan, salah satunya dengan Brimob Polri,” ujar Ishartini dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan sumber daya manusia dan sarana prasarana untuk mendukung skema sertifikasi bebas radioaktif, pengendalian kontaminasi, pertukaran data, serta peningkatan kapasitas. Menurut dia, langkah ini penting untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus memastikan produk perikanan Indonesia dapat diterima di pasar global.

“PKS ini sangat strategis karena mendukung implementasi sertifikasi bebas radioaktif produk perikanan, sehingga mampu menjaga keberterimaan ekspor Indonesia ke berbagai negara,” kata Ishartini.

KKP mencatat, sinergi lintas sektor yang dilakukan turut berdampak pada meningkatnya kepercayaan internasional. Sejak peluncuran sertifikasi bebas radioaktif pada 31 Oktober 2025 hingga 20 April 2026, Indonesia telah mengekspor 3.202 kontainer udang senilai lebih dari Rp8 triliun ke 147 negara, dengan 2.462 kontainer di antaranya masuk ke pasar Amerika Serikat. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI