DIALEKSIS.COM | Tapaktuan - Banjir di Kabupaten Aceh Selatan belum sepenuhnya surut. Hingga Jumat (30/10/2026) sore, sebanyak 132 warga dari 37 keluarga dilaporkan mengungsi, sementara wilayah terdampak mencakup tiga gampong di dua kecamatan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Selatan, banjir berdampak pada 81 keluarga. Wilayahnya meliputi Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah serta Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon.
Pengungsi berasal dari Lhok Raya sebanyak 23 keluarga atau 76 jiwa serta Cot Bayu sebanyak 14 keluarga atau 56 jiwa. Belum terdapat laporan warga Padang Harapan mengungsi.
Banjir bermula setelah hujan lebat pada Rabu (28/10/2026) menyebabkan Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya meluap. Air kemudian memasuki permukiman dan menggenangi jalan antargampong.
Warga mencari perlindungan di sejumlah tempat, antara lain Posko Kompi Brimob Trumon, tempat pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta rumah kerabat yang lebih aman.
Kondisi genangan di setiap gampong berbeda. Di Lhok Raya, air mulai surut, tetapi jalan lintas gampong masih terendam sekitar 20–30 sentimeter.
Sementara di Cot Bayu, ketinggian air di badan jalan mencapai sekitar 60 sentimeter. Air juga memasuki permukiman warga dengan ketinggian 10–20 sentimeter.
Di Padang Harapan, genangan mulai memasuki perkampungan dan rumah penduduk. Sebanyak 21 keluarga atau 82 jiwa tercatat terdampak di gampong tersebut.
Personel gabungan TNI, Polri, dan BPBD Aceh Selatan membantu mengevakuasi warga serta memindahkan barang-barang penting dari rumah yang terdampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Mudatsir, menjelaskan bahwa luapan sungai tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga kebun dan lahan pertanian masyarakat. Ketinggian air masih berpotensi bertambah apabila debit sungai kembali meningkat.
Di antara warga yang mengungsi dari Lhok Raya terdapat lansia, balita, dan anak-anak. Pendataan serta pemantauan di lokasi terus dilakukan BPBD untuk mengetahui perkembangan dampak banjir.
Mudatsir mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Warga diminta mengutamakan keselamatan dan segera berpindah apabila kondisi di sekitar tempat tinggal membahayakan.
“Segera mengevakuasi diri ke tempat aman jika terjadi banjir susulan,” kata Mudatsir. []