DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Akademisi dan Dosen Program Studi Budidaya Peternakan Universitas Syiah Kuala, Ir. Hendra Koesmara, menilai Aceh memiliki modal sumber daya manusia yang kuat untuk menopang pengembangan industri unggas modern dalam skala besar.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Polemik jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 mulai menuai perhatian kalangan akademisi. Keinginan agar agenda olahraga terbesar di Aceh itu tetap berlangsung sesuai rencana dinilai bukan sekadar soal teknis penyelenggaraan, melainkan menyangkut masa depan pembinaan prestasi daerah.
DIALEKSIS.COM | Manila - Akademisi asal Aceh tampil dalam forum internasional psikologi perdamaian, The International Network for Peace Psychology (INPP) 2026, yang berlangsung pada 23-27 Maret 2026 di Ateneo de Manila University. Keterlibatan mereka difasilitasi oleh International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) bersama The Sasakawa Peace Foundation.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Monalisa mengatakan Pemerintah Aceh perlu menata ulang regulasi, memperkuat fungsi pengawasan, serta monitoring di lahan gambut, baik di wilayah perusahaan maupun masyarakat.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pakar Komunikasi Politik dan Militer, Dr. Selamat Ginting, M.I.Kom, sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Tertutup Doktoral Ilmu Politik di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta, Kamis (29/1/2026). Sidang berlangsung sejak pukul 10 30-12.45. Sekitar 2 jam 15 menit. di ruang sidang tertutup berlangsung di Ruang Sidang Lantai 3 Menara UNAS, JL RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aceh Tamiang yang tercatat sebagai salah satu kawasan paling parah terdampak banjir dan longsor pasca munculnya Siklon Tropis Senyar dinilai layak dijadikan pusat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi nasional. Pandangan itu disampaikan Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng, akademisi Universitas Syiah Kuala sekaligus Kepala ARC-PUIPT Nilam Universitas Syiah Kuala, yang melihat peluang strategis di balik bencana yang menimpa wilayah tersebut.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang 18 kabupaten/kota di Aceh pada akhir November meninggalkan kerusakan luas. Infrastruktur dasar runtuh, layanan publik tersendat, dan manajemen pemerintahan di daerah terdampak ikut goyah. Situasi ini, menurut akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Econ, membutuhkan terobosan kelembagaan yang lebih dari sekadar respons darurat.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Drs. Umar Solikhan, M.Hum., menegaskan bahwa pembakuan dan penetapan bahasa daerah di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pendekatan ilmiah yang terukur.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Akademisi dan peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Monalisa Aurora, menilai bahwa penerapan konsep agroforestry atau sistem wanatani merupakan solusi paling efektif dalam menjaga kelestarian hutan Aceh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK), Haqul Baramsyah, yang menilai konsep Tambang Rakyat merupakan langkah positif, asalkan dijalankan sesuai prinsip pertambangan yang baik dan berizin resmi.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Akademisi di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Basri Effendi menyampaikan pandangan tentang fenomena LGBT di Aceh. Baginya, isu ini bukan sekadar pelanggaran moral, tapi ancaman serius terhadap tatanan sosial dan keberlangsungan generasi manusia.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemerintah Aceh menyiapkan lahan seluas 300 hektare untuk proyek investasi peternakan yang melibatkan perusahaan asal Tiongkok, Zhongke Holding Green Technology Co Ltd. Kawasan ini akan berlokasi di Kabupaten Aceh Besar dan dikelola melalui kerja sama dengan PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai badan usaha milik daerah.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Akademisi dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Teuku Zulkhairi, mengimbau masyarakat Aceh untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh konten menyesatkan yang beredar di media sosial, khususnya akun TikTok @Tersadarkan5758.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ratusan tokoh terkemuka Aceh, bersama akademisi, perwakilan LSM internasional, dan diplomat dari 12 negara, akan berkumpul di Banda Aceh dalam rangka Diskusi dan Peringatan Internasional 20 Tahun MoU Helsinki: “Progress and Challenges”. Acara ini akan berlangsung pada besok Kamis, 14 Agustus 2025, pukul 14.00 WIB di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Azhari, S.H., MCL, M.A., menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh sudah memiliki fondasi yang kuat, namun masih membutuhkan langkah bertahap dan evaluasi serius agar bisa berjalan secara maksimal.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kekhawatiran terhadap punahnya bahasa Aceh kini semakin nyata. Menurut data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bahasa Aceh mendapatkan skor 3 berdasarkan kriteria UNESCO. Ini artinya, bahasa Aceh berada pada tingkat ancaman kepunahan yang tinggi.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pernyataan Ketua Harian AMPG Aceh, Aidil Fitri, yang menyebut dua akademisi Aceh Kemal Pasya dan Zainal Abidin, tidak memahami AD/ART Partai Golkar, perlu dikaji ulang secara objektif. Tuduhan bahwa mereka “memanas-manasi” situasi dan “membuat pernyataan menyesatkan” justru berpotensi mengaburkan esensi diskusi publik yang sehat dan berbasis konstitusi partai.
DIALEKSIS. COM| Banda Aceh - Langkah strategis Forum Bersama (Forbes) DPD - DPR RI untuk mengadvokasi SK Mendagri soal 4 pulau yang masuk ke dalam wilayah Sumut dinilai tidak tepat dan janggal.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhullah resmi membentuk tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2025 - 2029 melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 600.1.2/713/2025 yang ditandatangani Rabu (23/4/2025).
DIALEKSIS.COM | Redelong - Kepakaran para akademisi sangat dibutuhkan dalam menyusun dan merumuskan program pembangunan. Karena itu, akademisi harus diberi ruang dalam setiap merumuskan program pembangunan. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dalam sambutannya usai melantik Tagore Abubakar dan Armia sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah, di ruang rapat paripurna DPRK setempat, Selasa (18/2/2025) sore.