DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan perluasan adopsi kecerdasan buatan (AI) berpotensi menambah kontribusi hingga 3,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat sebesar 4,67 persen pada 2023. Angka ini merujuk pada data Tourism Satellite Account (TSA) yang menjadi acuan resmi pengukuran kinerja sektor pariwisata.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Industri pengolahan kembali menjadi penopang utama perekonomian nasional sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 19,07 persen, tertinggi dibanding sektor lainnya dan terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sektor industri pengolahan nonmigas terus menunjukkan taringnya dalam menopang kinerja ekspor nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2025 sektor ini menyumbang hingga 72,55% dari total ekspor Indonesia dengan nilai mencapai US$13,22 miliar.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menggandeng mitra strategis internasional, termasuk program kerja sama bilateral Indonesia-Australia (Prospera), untuk mempercepat transformasi digital nasional.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sektor mineral dan batu bara (minerba) memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2023. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini menyumbang sebesar Rp2.198 triliun atau sekitar 10,5% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mencapai Rp20.892 triliun.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sejumlah negara diperkirakan akan bangkrut akibat utang yang menumpuk. Negara tersebut di antaranya El Salvador, Ghana, Tunisia, dan Pakistan.
Dikutip CNN Indonesia sebagaimana dikutip dari Visual Capitalist berdasarkan Analisis Bloomberg, Minggu (17/7/2022), ada empat metrik yang jadi dasar prediksi tersebut. Keempatnya yaitu imbal hasil obligasi pemerintah, credit default swap (CDS) 5 tahun, beban bunga sebagai persentase dari Produk Domestik Bruto (PDB), serta utang pemerintah sebagai persentase dari PDB.