DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bursa calon Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai memanas. Sejumlah nama dari internal Partai Aceh mencuat ke permukaan, memicu spekulasi publik terkait siapa figur yang akan memimpin parlemen Aceh ke depan. Dinamika ini tak hanya menjadi perhatian elite politik, tetapi juga menyedot atensi masyarakat luas.
Di tengah tarik-menarik kepentingan dan kalkulasi politik, deretan kandidat yang muncul bukanlah sosok baru. Mereka adalah figur dengan rekam jejak panjang--mulai dari mantan petinggi DPRA, politisi berpengalaman, hingga tokoh yang memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan. Pertarungan menuju kursi Ketua DPRA pun diprediksi berlangsung sengit dan sarat strategi.
Berikut profil singkat para kandidat yang ramai diperbincangkan berdasarkan penelusuran Redaksi Dialeksis.
1. Azhari M. Nur (Haji Maop)
Azhari M. Nur atau yang akrab disapa Haji Maop merupakan politisi asal Aceh Timur dari Partai Aceh. Lahir di Idi Rayeuk pada 1983, ia dikenal memiliki latar belakang sebagai mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebelum terjun ke dunia usaha pasca-penandatanganan MoU Helsinki.
Saat ini, Haji Maop menjabat sebagai Anggota DPRA periode 2024-2029 mewakili daerah pemilihan Aceh Timur. Di parlemen, ia duduk sebagai Sekretaris Komisi V yang membidangi kesehatan, sosial, dan kesejahteraan. Selain itu, sejak Januari 2026 ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPW Partai Aceh Aceh Timur.
2. Saiful Bahri (Pon Yahya)
Saiful Bahri A. Djalil atau dikenal sebagai Pon Yahya merupakan politisi senior Partai Aceh yang juga berlatar belakang mantan pejuang GAM. Ia telah dua kali menjabat sebagai Anggota DPRA, yakni periode 2019-2022 dan 2024-2029.
Pengalamannya di legislatif semakin lengkap setelah ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRA pada periode 2022-2023, menjadikannya salah satu kandidat kuat dengan rekam jejak kepemimpinan di parlemen Aceh.
3. Salmawati (Bunda Salma)
Hj. Salmawati, S.E., M.M., yang akrab disapa Bunda Salma, juga masuk dalam bursa calon Ketua DPRA. Ia merupakan anggota DPRA Fraksi Partai Aceh periode 2024-2029 dan resmi dilantik pada 21 Mei 2025 menggantikan H. Ismail A. Jalil (Ayahwa).
Di DPRA, ia bertugas di Komisi III yang membidangi keuangan, aset, dan investasi. Selain kiprahnya di parlemen, Bunda Salma juga dikenal sebagai istri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
4. Teungku H. Muharuddin (Tgk Muhar)
Teungku H. Muharuddin, S.Sos.I., M.M., merupakan politisi Partai Aceh yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRA periode 2014-2018. Ia adalah mantan pejuang GAM yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia legislatif.
Muharuddin pernah menjadi Anggota DPRA periode 2009-2014, kemudian menjabat Ketua DPRA (2014-2018), dan kembali terpilih sebagai anggota untuk periode 2024-2029. Di internal partai, ia juga aktif sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Aceh (2018-2023) dan kini menjabat Wakil Bendahara Umum Partai Aceh.