Kamis, 25 Juni 2026
Beranda / Gaya Hidup / Seni - Budaya / Festival Seni dan Budaya II Aceh 2026 Jadi Wadah Ekspresi Seniman Muda

Festival Seni dan Budaya II Aceh 2026 Jadi Wadah Ekspresi Seniman Muda

Kamis, 25 Juni 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Festival Seni dan Budaya II dengan tema “Rampak Kreatif Tanah Rencong: Kolaborasi Tanpa Batas”, yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di Lapangan Taman Seni dan Budaya Aceh. [Foto: Disbudpar Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh kembali menggelar Festival Seni dan Budaya II dengan tema “Rampak Kreatif Tanah Rencong: Kolaborasi Tanpa Batas”, yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di Lapangan Taman Seni dan Budaya Aceh.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian festival seni dan budaya yang secara berkelanjutan digelar sebagai ruang ekspresi bagi seniman muda Aceh. Festival tersebut juga menjadi wadah untuk menampung karya, menampilkan bakat, serta memberikan ruang apresiasi bagi para seniman yang selama ini dibina di Taman Seni dan Budaya Aceh.

Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, Cut Rita Mutia, menjelaskan bahwa kegiatan ini pada dasarnya merupakan lanjutan dari program sebelumnya dengan konsep yang serupa, namun menampilkan karya seni yang berbeda serta melibatkan penampil yang juga beragam. 

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus evaluasi terhadap proses pembinaan yang telah dilakukan selama ini.

“Festival seni dan budaya ini adalah pagelaran seni sebagai wadah untuk menampung karya dan talenta seniman-seniman muda yang dibina di Taman Seni dan Budaya, juga sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi hasil dari latihan panjang yang sudah dijalani. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang kesenian Aceh,” ujar Cut Rita.

Ia menambahkan bahwa beragam pertunjukan seni ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari sastra Aceh yang dikemas dalam bentuk hikayat, syair, hingga teater. Keberagaman ini diharapkan mampu memperkaya apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya Aceh.

Lebih lanjut, Cut Rita Mutia menyampaikan bahwa Festival Seni dan Budaya ini akan terus berlanjut dalam beberapa tahap ke depan, meskipun jadwal kegiatan tahap ketiga masih dalam proses pembahasan. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan kegiatan ini penting dalam upaya pelestarian budaya Aceh di tengah perkembangan zaman.

“Harapan saya pada kegiatan seni dan budaya ini adalah agar kegiatan ini tetap terus berlanjut karena kegiatan ini sangat penting bagi kemajuan dan untuk mempertahankan kebudayaan Aceh agar tidak mudah luntur atau lenyap ditelan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi saat ini, di mana generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya luar. Melalui festival ini, diharapkan generasi muda dapat kembali mengenal, mencintai, dan berperan aktif dalam pelestarian budaya Aceh.

Menurutnya, Taman Seni dan Budaya Aceh akan terus berkomitmen menjadi ruang kreatif bagi para seniman untuk berkarya dan berinovasi. Selain itu, pihaknya juga akan terus berkolaborasi dengan para pelaku seni guna menghadirkan karya-karya yang mampu memperkuat eksistensi budaya Aceh di tengah arus globalisasi.[*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes