DIALEKSIS.COM | Sigli - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026 di Pidie. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai komunitas dan pengelola destinasi wisata petualangan alam terbuka seperti Jambo Adventure dan Pidie Adventure.
Kadisbudpar Aceh, Dedy Yuswadi, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung terciptanya destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata daerah.
Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kompetensi pelaku pariwisata, khususnya pada destinasi wisata berbasis alam dan aktivitas petualangan yang memiliki risiko tinggi.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan, keterampilan, dan budaya keselamatan dalam penyelenggaraan kepariwisataan di Aceh. Keselamatan wisata merupakan unsur fundamental dalam membangun kepercayaan wisatawan serta meningkatkan kualitas pelayanan destinasi wisata,” ujarnya.
Kegiatan ini didanai melalui APBN Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk dukungan Kementerian Pariwisata dalam memperkuat pengembangan pariwisata yang aman dan berkelanjutan di daerah. Disbudpar Aceh juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat dan daerah.
Foto: Disbudpar AcehDalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai identifikasi risiko, potensi bahaya, prosedur keselamatan, serta teknik penyelamatan di kawasan wisata sungai. Peserta juga mengikuti praktik lapangan arung jeram untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh.
“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang diberikan oleh para narasumber, serta menerapkannya dalam tugas dan lingkungan kerja masing-masing. Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan wisata yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” katanya.[*]
