Selasa, 30 Juni 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Prabowo Sebut Underinvoicing Ekspor Rugikan Negara hingga Rp15.000 Triliun

Prabowo Sebut Underinvoicing Ekspor Rugikan Negara hingga Rp15.000 Triliun

Selasa, 30 Juni 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Prabowo Subianto. Foto: NU Online


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, melakukan pengungkapan terkait praktik manipulasi laporan ekspor (underinvoicing) yang menyebabkan negara kehilangan potensi penerimaan hingga Rp15.000 triliun selama 34 tahun terakhir.

Dalam hal ini, Presiden Prabowo mengatakan bahwa temuan tersebut berdasar pada data dari perdagangan internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diolah secara resmi oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Menurutnya, adanya praktik tersebut telah menjadi salah satu penyebab kekayaan Indonesia yang terus mengalir ke luar negeri, meskipun negara memiliki sumber daya alam yang melimpah.

“Setelah kita hitung, ini angka kembali lagi dari PBB, kita telah rugi US$908 miliar (dolar Amerika Serikat/AS) selama 34 tahun atau Rp15 ribu triliun,” ujar Prabowo dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di kampus Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026)

Presiden Prabowo juga menjelaskan terkait dengan fenomena underinvoicing yang terjadi ketika pelaku usaha melaporkan nilai atau volume ekspor lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya, hingga mengakibatkan sebagian keuntungan tidak tercatat dan berpotensi mengurangi penerimaan.

“Yang terjadi adalah yang disebut underinvoicing atau laporan palsu. Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Artinya negara rugi,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyoroti derasnya arus keluar kekayaan nasional di mana keuntungan sekitar 436 miliar dolar AS atau Rp7.790,01 triliun dalam 22 tahun terakhir, justru memperlihatkan dana keluar di periode yang sama mencapai 343 miliar dolar AS. (CNN Indonesia)

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
dishes