Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Politisi Senior Syukri Rahmat Tinggalkan Golkar Kini Berlabuh ke PKB

Politisi Senior Syukri Rahmat Tinggalkan Golkar Kini Berlabuh ke PKB

Selasa, 14 April 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Surat pengunduran diri politisi senior Aceh, Syukri Rahmat dari Partai Golkar. Dokumen untuk dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Politisi senior Partai Golkar, Syukri Rahmat, resmi meninggalkan partai berlambang pohon beringin tersebut dan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kepastian itu terlihat dalam agenda Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Banda Aceh yang digelar di Seventeen Hotel, Selasa (14/4/2026). Dalam momen tersebut, Syukri Rahmat secara simbolis dikenakan almamater PKB oleh Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan M Daud.

Prosesi tersebut turut disaksikan oleh sejumlah kader dan elite PKB, termasuk Ketua Fraksi PKB DPRA, Munawar Ar. Kehadiran Syukri dalam forum resmi partai sekaligus menjadi penanda kuat bahwa ia kini telah menjadi bagian dari PKB.

Sebelum resmi bergabung ke PKB, Syukri Rahmat terlebih dahulu mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Plt Ketua DPD Golkar Kabupaten Aceh Besar. Pengunduran diri tersebut tertuang dalam surat resmi tertanggal 9 April 2026 yang ditujukan kepada Ketua DPD Golkar Provinsi Aceh.

Dalam surat itu, Syukri menyebut alasan pengunduran dirinya karena faktor kesibukan pribadi yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi penuh.

“Dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri dari Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Aceh Besar terhitung sejak ditandatangani surat ini, dikarenakan banyak kegiatan pribadi yang membutuhkan konsentrasi dan tidak bisa saya tinggalkan,” tulisnya yang dilansir media dialeksis.com, Selasa, 14 April 2026.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada sejumlah pihak internal partai, mulai dari Ketua Umum DPP Golkar di Jakarta hingga jajaran pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten.

Selama berkiprah di Golkar, Syukri Rahmat dikenal sebagai figur yang cukup berpengaruh dalam struktur partai di Aceh. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Golkar Aceh dan aktif dalam berbagai kegiatan strategis partai.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai kader yang loyal dan konsisten dalam membangun komunikasi politik, baik di internal partai maupun dengan masyarakat luas. 

Perannya dalam konsolidasi organisasi dan penguatan basis dukungan Golkar di sejumlah wilayah Aceh turut menjadi catatan penting dalam perjalanan politiknya.

"Demikian Surat engunduran diri ini aya sampaikan ntuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih," tutupnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI