DIALEKSIS.COM | Jakarta - Wamenkes Benny menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer melalui peran Puskesmas sebagai garda terdepan deteksi dini TBC. Ia menargetkan seluruh kontak erat pasien TBC dapat diperiksa untuk memastikan penanganan sejak dini sekaligus memutus rantai penularan.
Sebagai gambaran, dari sekitar 235.000 kasus TBC di Provinsi Jawa Barat, terdapat sekitar 235.000 rumah yang perlu didatangi petugas kesehatan. Dari jumlah tersebut diperkirakan sekitar 1 juta orang yang merupakan kontak erat akan menjalani pemeriksaan.
“Masyarakat yang terjangkit TBC harus terus diperiksa dan dipantau kesehatannya. Jika positif, pengobatan akan dilakukan sampai sembuh 100 persen. Pengobatan TBC tersedia gratis di Puskesmas,” kata Benny.
Dalam Program Nasional penanggulangan TBC, setiap provinsi ditargetkan mampu menemukan minimal 90 persen dari estimasi kasus tahunan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Barat berhasil mendeteksi sekitar 96 persen dari total estimasi 234.280 kasus pada 2025, atau berada di atas standar nasional.
Tingginya angka penemuan kasus tersebut dinilai penting untuk mempercepat pemberian pengobatan kepada pasien sehingga penularan di masyarakat dapat ditekan.
Data Kementerian Kesehatan juga menunjukkan Indonesia menyumbang sekitar 10 persen kasus TBC global pada 2024 atau sekitar 1,08 juta kasus. Angka ini meningkat dibandingkan 2010 yang berada di level 7 persen atau sekitar 842.000 kasus.
Diperkirakan sebanyak 1,08 juta orang sakit TBC di Indonesia, dengan sekitar 126.000 orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Situasi tersebut mendorong Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meluncurkan program Quick Win Pengentasan TBC 2025“2029. Program ini menargetkan penurunan insiden TBC hingga 50 persen menjadi 190 kasus per 100.000 penduduk pada 2029.
Program tersebut berfokus pada empat indikator utama, yakni penemuan kasus, inisiasi pengobatan, keberhasilan pengobatan, serta pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT).
Untuk mendukung strategi tersebut, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan peralatan medis. Kabupaten Bandung diperkirakan membutuhkan sekitar 45 unit alat rontgen (X-ray) guna mempercepat pemeriksaan di masyarakat. [in]