Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Sekda Aceh Resmi Buka Banda Aceh Experience, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Aceh Resmi Buka Banda Aceh Experience, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin, 20 April 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemerintah Aceh melalui Sekda M. Nasir resmi membuka Banda Aceh Experience (City Expo) di Lapangan Blang Padang, Senin malam (20/4/2026). Foto: Humas Aceh


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi membuka Banda Aceh Experience (City Expo) yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin malam (20/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) I APEKSI. Sejumlah kepala daerah turut hadir, di antaranya Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal serta para wali kota dari Sabang, Lhokseumawe, Langsa, Medan, Padang, hingga Pekanbaru.

Dalam sambutan Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf yang dibacakan oleh M. Nasir, disampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan Pemko Banda Aceh dalam menyukseskan acara tersebut. Kehadiran para pimpinan daerah dari berbagai kota disebut sebagai momentum penting untuk memperkuat jejaring kerja sama antardaerah.



“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian menjadi kehormatan bagi kami, sekaligus membawa energi positif dalam memperkuat kolaborasi antar kota di Indonesia,” ujar M. Nasir.

Ia juga menyoroti posisi strategis Aceh yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka. Menurutnya, Aceh memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai hub logistik global melalui Pelabuhan Sabang, didukung oleh komoditas unggulan seperti kopi Gayo, minyak nilam, hasil perikanan, serta potensi gas alam dan energi terbarukan.

Lebih lanjut, M. Nasir menegaskan bahwa masa depan ekonomi Aceh sangat bergantung pada penguatan hilirisasi industri. Pengolahan sumber daya alam dinilai penting untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Sinergi antara pemanfaatan sumber daya mentah dan hilirisasi industri menjadi kunci agar kekayaan alam dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” jelasnya.

Dalam konteks perkotaan, ia mengungkapkan bahwa tingkat urbanisasi di Indonesia diproyeksikan mencapai 65 persen pada tahun 2045. Dengan kontribusi kota terhadap ekonomi global yang mencapai 80 persen, ia mendorong pemerintah kota untuk segera beradaptasi dan memanfaatkan peluang tersebut.

Menurutnya, peningkatan urbanisasi yang dikelola dengan baik dapat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, bahkan berpotensi meningkatkan PDB per kapita hingga 3 - 5 persen untuk setiap kenaikan satu persen urbanisasi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya percepatan transformasi menuju konsep Smart and Green Cities guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Pemerintah Aceh mengajak para delegasi dan tamu dari luar daerah tidak hanya menikmati sajian budaya dan kuliner dalam expo, tetapi juga membuka peluang investasi di Aceh.

“Kami berharap para pelaku usaha di berbagai daerah dapat melirik potensi investasi yang besar di Serambi Mekkah,” pungkas M. Nasir.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI