DIALEKSIS.COM | Baturraden - Produksi susu segar di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Jawa Tengah, terus meningkat. Balai di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian itu kini mampu menghasilkan hingga 8.000 liter susu per hari, atau dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Makmun, mengatakan peningkatan produksi tersebut menunjukkan penguatan peternakan dari hulu hingga hilir. Produksi susu lokal juga diharapkan mendukung pemenuhan protein hewani dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Peningkatan produksi susu di BBPTUHPT Baturraden menjadi bukti bahwa potensi susu lokal dapat terus dikembangkan dan dihilirkan menjadi produk yang berkualitas, aman, bergizi, serta terjangkau,” ujar Makmun, Jumat (21/8/2026).
Kepala BBPTUHPT Baturraden Dani Kusworo mengatakan, produksi susu tersebut dapat diolah menjadi sekitar 11.520 kemasan susu olahan setiap hari. Produk tersedia dalam kemasan cup, bantal, dan botol berukuran 115 mililiter.
Susu pasteurisasi tersebut dibuat dari 100 persen susu murni sapi perah unggul di kawasan kaki Gunung Slamet. Produk telah memenuhi standar keamanan dan higienitas serta mengantongi izin edar BPOM, sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan sertifikat halal.
Dari sisi harga, susu pasteurisasi dijual sekitar Rp2.000 per kemasan, sementara kemasan botol dibanderol Rp2.500. Produk dapat dipesan masyarakat, sekolah, instansi, pengelola dapur SPPG, maupun pihak swasta.
Peningkatan produksi dan pengolahan susu ini menjadi bagian dari upaya Kementan memperkuat susu lokal sekaligus mendukung pemenuhan protein hewani bagi masyarakat, khususnya melalui program MBG. [in]

