Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di 23 Daerah, Kadisperindag: Instruksi Gubernur Sambut Ramadhan

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di 23 Daerah, Kadisperindag: Instruksi Gubernur Sambut Ramadhan

Rabu, 11 Februari 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma. Foto: doc pribadi/Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Adceh - Pemerintah Aceh menggelar pasar murah secara serentak di 23 kabupaten/kota sebagai langkah cepat merespons dampak bencana hidrometeorologi sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma, menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan di 69 titik tersebut merupakan instruksi langsung Gubernur Aceh. Pemerintah, kata dia, harus hadir memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama di tengah masa pemulihan pascabencana.

“Pasar murah ini adalah perintah Bapak Gubernur agar pemerintah hadir langsung meringankan beban warga. Kita ingin memastikan bahwa meski pasca bencana, stok pangan aman dan harga tetap stabil menyongsong bulan puasa,” ujar T. Adi Darma di Banda Aceh, Rabu (11/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Aceh mengalokasikan subsidi untuk empat komoditas utama. Beras premium disubsidi Rp5.000 per kilogram dengan total kuota 414 ton. Gula pasir dan minyak goreng kemasan masing-masing mendapat subsidi Rp6.000 per kilogram dengan kuota masing-masing 69 ton. Sementara itu, telur ayam disubsidi Rp15.000 per papan dengan total kuota mencapai 34.500 papan.

Adi merincikan, setiap kabupaten/kota memperoleh alokasi 18 ton beras premium, 3 ton gula pasir, 3 ton minyak goreng, serta 1.500 papan telur ayam. Distribusi logistik dilakukan merata dan dikawal ketat agar tepat waktu dan tepat sasaran di seluruh titik pelaksanaan.

Pasar murah ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di 69 lokasi yang tersebar di seluruh Aceh. Pemerintah berharap program subsidi tersebut mampu menekan laju inflasi daerah sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang.

Di akhir keterangannya, Adi mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pasar murah secara bijak dan tidak melakukan aksi borong atau penimbunan.

“Kami meminta masyarakat membeli sesuai kebutuhan, bukan untuk ditimbun, agar manfaat pasar murah ini bisa dirasakan secara merata,” pungkasnya. []

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI