Kamis, 24 September 2026
Beranda / Pemerintahan / KAI Prioritaskan Banda Aceh–Besitang dalam Rencana Rel Sumatra

KAI Prioritaskan Banda Aceh–Besitang dalam Rencana Rel Sumatra

Kamis, 24 September 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Dirut KAI, Bobby Rasyidin. Foto:  Instagram/bobby.rasyidin


DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menempatkan jalur Banda Aceh–Besitang sepanjang sekitar 478 kilometer sebagai prioritas awal pengembangan jaringan kereta api terintegrasi di Sumatra. Jalur tersebut menjadi bagian dari rencana menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung secara bertahap.

Rencana itu disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026). Mengutip publikasi Dinas Perhubungan Aceh, KAI saat itu tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) atau desain teknis terperinci untuk jalur tersebut.

Pengembangan jaringan rel ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas di Pulau Sumatra. Selama ini, jaringan kereta di sejumlah wilayah Sumatra masih terpisah.

Kebutuhan investasi untuk keseluruhan pengembangan jaringan tersebut diperkirakan mencapai US$20 miliar hingga US$25 miliar. Publikasi Dishub Aceh menyebut nilai itu setara sekitar Rp358 triliun hingga Rp448 triliun.

Menanggapi rencana tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy menekankan pentingnya pembangunan yang bertumpu pada kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Ia meminta pengembangan jalur baru berjalan seiring dengan pembenahan jaringan yang sudah tersedia.

“Kita mendukung penuh visi Presiden untuk menghadirkan konektivitas rel yang terintegrasi dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Namun pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada panjang jalur yang dibangun,†ujar Rivqy, kepada awak media. 

Rivqy menyoroti koridor Lampung–Palembang dan Palembang–Lubuk Linggau yang dinilainya masih memerlukan peningkatan kecepatan perjalanan, kapasitas angkut, dan kualitas layanan.

Menurut dia, pengembangan kereta api Sumatra perlu menyeimbangkan layanan angkutan barang dengan kebutuhan penumpang. Jaringan tersebut diharapkan mendukung mobilitas warga, membuka akses ekonomi daerah, serta menggerakkan pariwisata.

Ia juga meminta pembangunan rel terhubung dengan perencanaan infrastruktur lain, termasuk jalan tol Trans Sumatra. Perencanaan dan pembiayaannya harus disusun secara matang agar manfaat proyek dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, Rivqy mendorong KAI bersama pemerintah menyusun peta jalan yang jelas, mulai dari optimalisasi jalur yang sudah ada, peningkatan kecepatan perjalanan, pembangunan jalur penghubung yang mendesak, hingga penyambungan Banda Aceh–Bandar Lampung secara bertahap.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI