Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda / Pemerintahan / Panen Raya di Langsa, Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Pascabencana

Panen Raya di Langsa, Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Pascabencana

Selasa, 27 Oktober 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kota Langsa menggelar Gerakan Panen Raya Padi 2026 di Gampong Alue Pineung Timue, Kecamatan Langsa Timur, Selasa (27/10/2026). Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Langsa - Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kota Langsa menggelar Gerakan Panen Raya Padi 2026 di Gampong Alue Pineung Timue, Kecamatan Langsa Timur, Selasa (27/10/2026). Panen pada hamparan sawah seluas 105 hektare itu menjadi momentum memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemulihan pertanian pascabencana.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang diwakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keberlanjutan produksi pertanian membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan tersebut semakin dibutuhkan untuk mengembalikan produktivitas lahan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025.

Azanuddin menyebutkan, bencana tersebut berdampak terhadap sekitar 57.107 hektare sawah di Aceh. Pemerintah pusat kemudian memberikan dukungan pemulihan melalui bantuan benih, pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, serta program optimasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi lahan.

Untuk Kota Langsa, bantuan benih padi dialokasikan bagi 1.025 hektare lahan terdampak banjir. Sementara itu, alokasi pengembangan kawasan pertanian yang disampaikan Pemerintah Aceh mencakup kawasan padi seluas 14.715 hektare dan jagung seluas 970 hektare.

Azanuddin turut mengapresiasi capaian luas tanam padi Kota Langsa pada 2026 yang mencapai 1.872 hektare, melampaui target 1.556 hektare. Kota Langsa juga menerima penghargaan dalam Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Tahun 2027 yang berlangsung di Banda Aceh pada 12 Oktober 2026.

"Lokasi yang dipanen merupakan masuk pada kategori rusak ringan, Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa panen. sebelumnya untuk menangani rusak ringan dilakukan dengan kegiatan optimasi lahan," ujarnya

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menyampaikan apresiasi kepada petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terus menjaga keberlangsungan produksi pangan di tengah upaya pemulihan pascabencana.

Ia mengatakan, keberhasilan panen merupakan hasil kerja keras petani, pendampingan penyuluh, serta dukungan pemerintah melalui Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Langsa.

“Panen raya ini menjadi simbol ketahanan pangan lokal dan nasional. Kita berharap momentum ini menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus mendukung program swasembada pangan berkelanjutan,” ujarnya.

Jeffry menegaskan, pemerintah kota akan terus mengupayakan dukungan pemerintah provinsi dan pusat, terutama untuk pemulihan lahan serta penyediaan sarana pengairan. Ketersediaan air diharapkan dapat menjaga produktivitas sekaligus mengurangi risiko kekeringan pada musim tanam mendatang.

Di Gampong Alue Pineung Timue, dukungan pemulihan pertanian mencakup optimasi lahan seluas 73,47 hektare. Bantuan lainnya berupa 2.625 kilogram benih padi, 11.888 kilogram pupuk urea, 18.680 kilogram pupuk NPK, dan 7.500 kilogram pupuk MG.

Petani juga mendapatkan dukungan benih mentimun dan pupuk anorganik untuk tanaman hortikultura. Selain itu, dua unit hand sprayer dijadwalkan diserahkan secara simbolis. Penguatan sarana pengairan mencakup tiga unit irigasi perpompaan dan satu unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

Di sela kegiatan, Azanuddin menjelaskan perkembangan program pemulihan sawah di Aceh. Hingga 26 Oktober 2026, serapan anggarannya mencapai 62,1 persen. Program yang dilaksanakan dalam dua tahap tersebut mencakup total 40.852 hektare sawah dengan kategori kerusakan ringan dan sedang.

Tahap pertama meliputi optimasi lahan atau oplah pada 23.818 hektare sawah rusak ringan serta rehabilitasi 4.393 hektare sawah rusak sedang. Total cakupannya mencapai 28.211 hektare.

Pada kegiatan oplah tahap pertama, pekerjaan konstruksi tercatat telah dilaksanakan pada sekitar 18.869 hektare. Pengolahan lahan mencapai 8.692 hektare, penanaman 4.468,19 hektare, dan panen 1.160 hektare.

Adapun konstruksi rehabilitasi sawah tahap pertama telah selesai pada seluruh sasaran seluas 4.393 hektare. Dari luasan tersebut, pengolahan lahan mencapai 3.477 hektare, penanaman 1.522 hektare, dan panen 428 hektare.

Tahap kedua mencakup oplah seluas 3.253 hektare dan rehabilitasi 9.388 hektare, dengan total 12.641 hektare. Pada tahap ini, pekerjaan oplah seluas 1.157 hektare dan rehabilitasi seluas 7.452 hektare telah berkontrak, tetapi belum memasuki pengolahan lahan.

Azanuddin meminta dinas pertanian kabupaten/kota terus mendampingi kelompok tani dan memperkuat koordinasi dengan TNI agar pelaksanaan pekerjaan berjalan maksimal. Percepatan diperlukan untuk mengantisipasi potensi hujan yang dapat memengaruhi pekerjaan di lapangan.

Pemulihan lahan juga disertai pembangunan infrastruktur pendukung pertanian. Program irigasi perpompaan mencakup 641 unit di 16 kabupaten/kota, dengan realisasi keuangan 78,6 persen dan realisasi fisik tercatat 256 unit.

Untuk irigasi perpipaan, dari sasaran 149 unit di 13 kabupaten/kota, realisasi fisiknya tercatat 128 unit dengan realisasi keuangan 88 persen. Sementara itu, program bangunan konservasi mencakup 45 unit di lima kabupaten/kota, dengan realisasi fisik 16 unit dan realisasi keuangan 81 persen.

Pada jaringan irigasi tersier, realisasi keuangan mencapai 100 persen, sedangkan realisasi fisik tercatat 212 unit dari sasaran 300 unit di 13 kabupaten/kota. Adapun pembangunan jalan usaha tani mencatat realisasi keuangan 72 persen dan realisasi fisik 60 unit dari sasaran 106 unit di 13 kabupaten/kota.

Pelaksana Tugas Kepala DPPKP Kota Langsa Sopian menjelaskan, kegiatan panen raya tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Selain menjadi ungkapan syukur atas hasil panen, kegiatan itu dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi lahan dan mengidentifikasi kebutuhan petani. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penyusunan dukungan yang lebih sesuai untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, Kepala Kejaksaan Negeri Langsa Adi Tyogunawan, serta perwakilan Dandim 0104/Aceh Timur, Danramil Langsa Timur Kapten Inf. Harion.

Hadir pula jajaran Pemerintah Kota Langsa, Kepala BPLIP Kelas I Medan, Ketua KTNA Kota Langsa, Camat Langsa Timur, para geuchik, penyuluh, serta pengurus gabungan kelompok tani dan kelompok tani setempat.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI