DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah melalui Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh meluncurkan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi masyarakat di seluruh Aceh.
Program ini merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi warga di tengah meningkatnya kebutuhan pokok.
Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh, Ihsan, mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan yang cukup dan terjangkau.
“Program ini adalah komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya bagi keluarga penerima manfaat. Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ujar Ihsan.
Dalam program tersebut, BULOG Aceh menyalurkan bantuan beras sebanyak 16.385 ton untuk alokasi Februari hingga Maret 2026. Distribusi dilakukan secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan melibatkan pemerintah daerah guna memastikan penyaluran tepat sasaran.
Selain beras, BULOG juga menyalurkan minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita sebanyak 3.277.120 liter pada periode yang sama. Kehadiran minyak goreng ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Melalui peluncuran bantuan pangan ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun kestabilan harga pangan,” tambahnya.
BULOG Aceh memastikan seluruh proses distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor guna menghindari penumpukan, keterlambatan, serta potensi penyimpangan dalam penyaluran bantuan.
Di sisi lain, BULOG juga menegaskan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan mencukupi. Ketersediaan stok tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, terutama saat terjadi lonjakan permintaan.
Selain fokus pada distribusi bantuan, BULOG Aceh juga terus memperkuat ketersediaan beras melalui penyerapan gabah kering panen dari petani lokal. Upaya ini tidak hanya menjaga stok tetap aman, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
“Kami terus melakukan penyerapan gabah dari petani sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan. Ini penting agar rantai pasok tetap terjaga dari hulu ke hilir,” tutup Ihsan.