Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Ayahwa Lantik Dayan Albar Jadi Sekda Aceh Utara, Minta Birokrasi Bergerak Cepat

Ayahwa Lantik Dayan Albar Jadi Sekda Aceh Utara, Minta Birokrasi Bergerak Cepat

Selasa, 19 Mei 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Dayan Albar, S.Sos., M.AP Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau akrab disapa Ayahwa, resmi melantik Dayan Albar, S.Sos., M.AP sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Senin (18/5/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon, itu turut dirangkai dengan pengambilan sumpah jabatan terhadap 143 pejabat Administrator dan Pengawas eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan lancar. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Aceh, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan.

Dalam sambutannya, Ayahwa meminta Sekda yang baru dilantik bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, birokrasi Aceh Utara harus bergerak lebih cepat, terutama dalam menjalankan agenda prioritas pembangunan daerah.

Salah satu hal yang ditekankan Ayahwa yakni percepatan penyediaan lahan untuk mendukung pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.

“Sekda dan seluruh kepala OPD harus memperkuat koordinasi. Pemerintah daerah harus bergerak cepat dalam menyelesaikan kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap,” ujar Ayahwa.

Pelantikan Dayan Albar sebagai Sekda definitif dilakukan setelah melalui proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Seleksi tersebut diikuti empat pejabat senior eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Mereka yakni Dayan Albar, M.AP yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum; Halidi, M.M selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian; Drs. Saiful Basri, M.AP selaku Sekretaris DPRK Aceh Utara; serta Fauzan, M.AP selaku Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan sekaligus Plt Kalaksa BPBD Aceh Utara.

Dayan Albar bukan sosok baru dalam birokrasi Aceh Utara. Ia dikenal sebagai birokrat senior yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Berdasarkan data profil pejabat Pemkab Aceh Utara, Dayan pernah menempati sejumlah jabatan strategis, antara lain Camat Sawang pada 2007-2009, Camat Samudera pada 2009-2014, dan Camat Tanah Jambo Aye pada 2014-2018. Ia juga pernah dipercaya sebagai Penjabat Sekda Aceh Utara sebelum akhirnya dilantik sebagai Sekda definitif.

Dayan Albar diketahui lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 21 September 1973. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman pemerintahan yang panjang, Dayan dinilai memiliki modal administratif dan teknokratis untuk membantu kepala daerah dalam mengonsolidasikan kebijakan pembangunan Aceh Utara.

Posisi Sekda memiliki peran penting sebagai motor penggerak birokrasi daerah. Sekda bukan hanya bertugas mengoordinasikan perangkat daerah, tetapi juga memastikan program kepala daerah berjalan efektif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ayahwa juga menyampaikan sejumlah capaian dan agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Utara selama masa kepemimpinannya. Salah satu fokus utama yakni perjuangan terhadap 8.094 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPK-PW) Aceh Utara.

Selain itu, Pemkab Aceh Utara juga terus mendorong penyelesaian Bendungan Irigasi Krueng Pase. Bendungan tersebut memiliki peran strategis karena mengairi sekitar 8.922 hektare sawah di sembilan kecamatan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Ayahwa menyebut sektor pertanian tetap menjadi perhatian penting pemerintah daerah. Menurutnya, keberlanjutan irigasi dan dukungan sarana produksi pertanian harus dijaga karena menyangkut langsung dengan ekonomi masyarakat.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga telah menyerahkan tujuh unit armada ambulans baru untuk puskesmas. Armada tersebut bersumber dari APBK serta bantuan donatur.

“Program peningkatan kesejahteraan aparatur gampong, guru dayah, balai pengajian, hingga ketua pemuda juga terus diperkuat,” ujar Ayahwa.

Bupati turut menegaskan komitmen penguatan syariat Islam di Aceh Utara melalui sejumlah program. Di antaranya pengadaan kendaraan roda dua untuk imum gampong, bantuan traktor bajak sawah gratis, perekrutan guru dayah, serta pemisahan ruang belajar siswa laki-laki dan perempuan di tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat.

Menurut Ayahwa, pembangunan Aceh Utara tidak hanya diarahkan pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat nilai keislaman, pendidikan, serta tatanan sosial masyarakat.

Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala OPD, pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Utara, serta perwakilan perbankan.

Dengan pelantikan Dayan Albar sebagai Sekda definitif, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diharapkan memiliki energi baru dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat pelayanan publik, serta memastikan program prioritas daerah berjalan lebih solid dan terarah.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI