Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Alarm Kementan: PPR, Domba Ilegal, dan Daging Kedaluwarsa

Alarm Kementan: PPR, Domba Ilegal, dan Daging Kedaluwarsa

Kamis, 19 Maret 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat dengan menerbitkan surat edaran kewaspadaan terhadap penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) -- virus mematikan yang menyerang kambing dan domba serta berpotensi memukul ekonomi peternak kecil. [Foto: majalahinfovet.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Ancaman serius membayangi sektor peternakan kambing dan domba nasional. Pemerintah mengungkap potensi masuknya penyakit berbahaya, peredaran ternak ilegal, hingga temuan daging impor kedaluwarsa yang beredar di pasaran.

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat dengan menerbitkan surat edaran kewaspadaan terhadap penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) -- virus mematikan yang menyerang kambing dan domba serta berpotensi memukul ekonomi peternak kecil.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menegaskan, peningkatan kewaspadaan menjadi krusial mengingat mobilitas ternak yang tinggi membuka celah penyebaran penyakit lintas wilayah.

Tak hanya ancaman penyakit, pemerintah juga menyoroti praktik perdagangan ternak ilegal yang dinilai semakin meresahkan. Untuk itu, Kementan menggandeng Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) guna memperkuat pengawasan distribusi ternak di lapangan.

Langkah ini dinilai penting untuk menutup celah masuknya ternak tanpa dokumen resmi yang berpotensi membawa penyakit sekaligus merusak harga pasar peternak lokal.

Di sisi lain, temuan daging domba impor kedaluwarsa menjadi alarm serius bagi perlindungan konsumen. Kementan memastikan telah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku, sekaligus memperketat pengawasan rantai distribusi produk hewan.

Pemerintah menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik ilegal yang membahayakan kesehatan masyarakat dan mengganggu ketahanan pangan nasional.

Masyarakat pun diimbau lebih waspada saat membeli produk daging, memastikan kualitas serta kejelasan asal produk sebelum dikonsumsi.

Dengan kombinasi ancaman penyakit, perdagangan ilegal, dan produk tak layak konsumsi, pemerintah kini menghadapi tantangan berlapis dalam menjaga stabilitas sektor peternakan nasional. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI