Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / 300 Korban Banjir di Bireuen Terima DTH Rp 600 Ribu Per Bulan

300 Korban Banjir di Bireuen Terima DTH Rp 600 Ribu Per Bulan

Rabu, 21 Januari 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Penyerahan secara simbolis dana DTH untuk pengungsi di Bireuen. Foto: dok BNPB 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendampingi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen hingga proses pemulihan dan pembangunan hunian tetap (huntap) tuntas.

Hal itu disampaikan Suharyanto, saat menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 300 warga terdampak dari Kecamatan Peusangan dan Peusangan Siblah Krueng, di Kantor Camat Peusangan.

Menurut Suharyanto sejak hari pertama bencana, BNPB telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan berjalan optimal. Berdasarkan data sementara di Kabupaten Bireuen, tercatat sebanyak 2.646 rumah mengalami rusak berat atau hanyut sehingga tidak lagi layak dihuni.

“Data ini masih sementara dan akan terus kami validasi bersama tim pendataan yang melibatkan mahasiswa serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Rumah yang rusak berat akan masuk dalam program pembangunan hunian tetap,” ujar Suharyanto, Rabu, 21 Februari 2025.

Sambil menunggu proses pembangunan huntap, kata dia, warga berhak menerima Dana Tunggu Hunian sebagai biaya sewa rumah sementara. Pada tahap pertama, DTH telah disalurkan kepada 314 kepala keluarga, sementara tahap kedua diberikan kepada 300 kepala keluarga.

Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan, yakni Desember 2025 hingga Februari 2026, dengan total Rp1.800.000 yang disalurkan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI).

Suharyanto juga menegaskan, meskipun sebagian warga kini tinggal di rumah sanak saudara, tanggung jawab pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak tidak berkurang.

“Kebutuhan makan, minum, beras, sembako, dan logistik lainnya tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Silakan diambil di posko BPBD yang tersedia di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa,” tegasnya.

Penyaluran DTH ini, lanjut Suharyanto, diharapkan dapat membantu masyarakat bertahan secara ekonomi sekaligus memberikan ketenangan dalam menata kembali kehidupan pascabencana, hingga hunian tetap selesai dibangun.

“Pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Bireuen dapat segera terealisasi demi mengembalikan kehidupan normal masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan kehadiran Kepala BNPB di tengah masyarakat terdampak merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam penanganan bencana, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sangat penting untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga, sekaligus memberikan rasa aman dan ketenangan bagi warga dalam menata kembali kehidupan pascabencana,” ujar Bupati.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga semangat selama proses pemulihan berlangsung, sembari menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk terus mendampingi warga hingga seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai.*

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI