DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penghentian sementara distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ie Masen Ulee Kareng dari Senin, 20 hingga 22 April 2026 menuai tanggapan dari Anggota DPRK Banda Aceh, Royes Ruslan.
Royes menegaskan bahwa pihak penyelenggara bersama badan terkait harus segera menyelesaikan kendala teknis yang menyebabkan terhentinya distribusi makanan bagi siswa tersebut.
“Kami meminta kepada pihak penyelenggara SPPG Ie Masen Ulee Kareng beserta badan terkait agar segera menyelesaikan kendala teknis tersebut dan menyampaikan jadwal distribusi pengganti yang jelas ke depannya,” ujar Royes Ruslan, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, setiap pengumuman penundaan program yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak sekolah tidak cukup hanya disampaikan sebagai informasi, tetapi harus diikuti dengan solusi konkret yang dapat menjamin hak penerima manfaat tetap terpenuhi.
Ia menyebutkan, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh oleh penyelenggara, di antaranya penjadwalan ulang distribusi dengan penambahan porsi pada waktu berikutnya, atau penyediaan mekanisme pengganti sementara selama masa penghentian.
“Selain itu, kami mengharapkan agar setiap pengumuman penundaan disertai dengan solusi konkret, antara lain pendistribusian diundur ke jadwal berikutnya dengan penambahan porsi apabila diperlukan, atau penyediaan mekanisme pengganti sementara,” jelasnya.
Royes juga menegaskan bahwa DPRK Banda Aceh siap turun tangan jika kondisi ini berlarut-larut. Pihaknya akan melakukan koordinasi dan turun langsung ke lapangan guna memastikan program MBG berjalan sebagaimana mestinya.
“Apabila diperlukan, DPRK Kota Banda Aceh akan segera melakukan koordinasi dan turun ke lapangan guna memastikan Program MBG dapat berjalan lancar, tertib, dan berkelanjutan di seluruh kecamatan, khususnya di Ulee Kareng,” tegasnya.
Ia menambahkan, program MBG merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menunjang kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan profesionalisme.
Sebelumnya diberitakan, distribusi MBG di SPPG Ie Masen Ulee Kareng dihentikan sementara selama 20 hingga 22 April 2026. Kepala SPPG Ie Masen, Namira Yusuf, menyampaikan bahwa penghentian tersebut disebabkan oleh kendala pencairan dana operasional dari pusat.
“Iya benar. Kendala ini paling lambat tiga hari atau bisa lebih cepat,” ujar Namira saat dikonfirmasi media Dialeksis.com, Minggu, 19 April 2026.
Ia menjelaskan, tanpa pencairan dana, pihaknya tidak dapat melakukan pembelian bahan baku sehingga operasional terpaksa dihentikan. Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait mekanisme kompensasi bagi siswa yang terdampak penghentian sementara tersebut. [nh]