DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kegiatan distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ie Masen Ulee Kareng resmi dihentikan sementara selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April 2026.
Penghentian ini disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Ie Masen Ulee Kareng, Namira Yusuf, melalui pengumuman resmi yang ditujukan kepada para penerima manfaat.
“Dengan ini kami menyampaikan bahwa kegiatan operasional distribusi MBG untuk tanggal 20“22 April ditiadakan dikarenakan adanya kendala teknis yang tidak dapat dihindari,” tulis Namira dalam pengumuman yang diterima oleh media dialeksis.com, Minggu (19/4/2026).
Ia juga meminta pengertian dari para penerima manfaat dan memastikan bahwa informasi lanjutan terkait jadwal operasional akan disampaikan kemudian.
Saat dikonfirmasi oleh Dialeksis.com, Namira membenarkan adanya penghentian sementara tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendala utama berasal dari belum cairnya dana operasional.
“Iya benar. Kendala ini paling lambat tiga hari atau bisa lebih cepat,” ujar Namira.
Ketika ditanya apakah penghentian ini telah sesuai dengan prosedur atau regulasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), Namira menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dihindari karena berkaitan langsung dengan pendanaan.
“Ya pak, karena ini terkait kendala pencairan dana dari BGN ke SPPG kami,” jelasnya.
Terkait dampak terhadap anak-anak penerima manfaat, Namira menolak anggapan bahwa penghentian ini merugikan.
“Tidak ada yang dirugikan bapak, jangan menggiring opini yang tidak baik. Bila tidak ada pencairan dana maka tidak bisa dilakukan operasional di SPPG,” tegasnya.
Lebih lanjut, saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kompensasi atau pengganti bagi anak-anak yang tidak menerima MBG selama masa penghentian, Namira menyatakan bahwa hal tersebut belum memungkinkan.
“Kompensasi apa yang bapak maksud? Saat ini untuk melakukan pembelian bahan baku kami tidak memiliki dana. Maka kami masih menunggu pencairan dana dari pusat,” pungkasnya. [nh]