Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Parlemen Kita / Bang Zak: Aceh Tamiang Paling Rasional Jadi Posko Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatera

Bang Zak: Aceh Tamiang Paling Rasional Jadi Posko Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatera

Jum`at, 16 Januari 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Muhammad Zakiruddin akrab disapa Bang Zak, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) saat turun langsung ke Aceh Tamiang. [Foto: Dokpri untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Muhammad Zakiruddin akrab disapa Bang Zak, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari dapil Aceh Tamiang dan Langsa menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan penetapan Aceh Tamiang sebagai posko induk rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) untuk Pulau Sumatera. 

Pernyataan ini dia sampaikan menanggapi analisis yang dilontarkan Aryos Nivada beberapa hari lalu tentang alasan strategis penempatan posko induk tersebut.

"Saya mendukung penuh pandangan Aryos Nivada. Aceh Tamiang memang memiliki letak strategis yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara, sehingga sangat rasional bila dipilih sebagai posko induk. Selain letaknya, kesiapan infrastruktur dasar dan jaringan distribusi kita mesti dimanfaatkan untuk mempercepat respons darurat dan distribusi bantuan," kata Bang Zak saat dihubungi Dialeksis, Jumat (16/1/2026). 

Pernyataan Aryos yang menekankan aspek geostrategis dan efisiensi distribusi menjadi salah satu dasar dukungan Bang Zak.

Bang Zak yang duduk di Komisi VI DPRA dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan menilai penetapan posko induk harus diikuti dengan langkah konkret penguatan koordinasi antarpemda, kesiapan fasilitas logistik, dan skema pendanaan darurat yang jelas. 

"Posko induk bukan sekadar simbol ia harus dilengkapi gudang logistik, akses jalan yang andal, serta mekanisme cepat komunikasi dengan pusat dan daerah lain," ujarnya. Sebagai wakil rakyat daerah, dia mendorong Pemerintah Provinsi dan pusat agar segera memetakan kebutuhan riil bila Aceh Tamiang ditetapkan.

Menurut Zakiruddin, keuntungan lainnya adalah potensi penghematan waktu dan biaya distribusi bantuan. Dengan pusat koordinasi yang dekat jalur utama Sumatera, proses evakuasi korban, pengiriman bahan bangunan sementara, dan mobilisasi tenaga kerja teknis dapat berjalan lebih efisien. Dia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dan organisasi kemanusiaan dalam perencanaan posko agar respons lebih responsif dan akuntabel.

Bang Zak mengingatkan pula agar pemilihan lokasi posko memperhatikan aspek keselamatan publik dan mitigasi risiko jangka panjang.

"Jangan sampai posko dibangun di lokasi yang rawan bencana sekunder. Harus ada kajian teknis dan peta risiko yang matang sebelum keputusan final," kata Bang Zak, menegaskan perlunya basis data dan kajian ilmiah dalam setiap langkah penentuan posko induk.

Menutup pernyataannya, Bang Zak menyatakan kesediaan dirinya memfasilitasi dialog antara Pemkab Aceh Tamiang, Pemerintah Provinsi Aceh, dan lembaga nasional terkait agar gagasan ini dibahas segera pada tingkat yang lebih tinggi.

Ia berharap, bila dikelola dengan baik, Aceh Tamiang tidak hanya menjadi posko sementara tetapi juga pusat kapasitas tanggap darurat yang mampu memperkuat ketahanan wilayah Sumatera di masa mendatang. [ra]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI