DIALEKSIS.COM | Opini - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) datang ke dunia pendidikan bukan lagi sebagai wacana masa depan. Ia telah hadir di ruang kelas, kampus, perpustakaan, ruang dosen, bahkan di layar telepon genggam siswa dan mahasiswa. Dalam hitungan detik, AI dapat membantu merangkum buku, menerjemahkan artikel ilmiah, menyusun kerangka tulisan, menghasilkan ide penelitian, membuat bahan presentasi, hingga membantu menyelesaikan berbagai persoalan akademik.
DIALEKSIS.COM | Opini - Hilangnya lima jurnalis di Selat Sunda bukan sekadar kecelakaan kerja biasa, melainkan ujian terbuka bagi komitmen negara dalam melindungi warganya dan menegakkan kebebasan pers.
DIALEKSIS.COM | Opini - Pelantikan Menteri Keuangan yang baru oleh Presiden Prabowo Subianto menandai babak baru sekaligus ujian paling krusial bagi masa depan ekonomi Indonesia.
DIALEKSIS.COM | Opini - Secangkir kopi di pinggiran Banda Aceh selalu punya cara untuk menyadarkan kita pada satu kenyataan pahit. Nanggroe bansa tseneubeh ini bagaikan tempat di mana konsep-konsep besar mati di ruang rapat dingin, sementara “pokir” hidup berkeliaran di gang-gang rabat beton.
DIALEKSIS.COM | Opini - Runtuhnya sebuah negara sangatlah menyakitkan bagi para pendiri bangsanya. Sebut saja pada 26 Desember 1991, Uni Soviet resmi bubar akibat kombinasi krisis ekonomi parah, anggaran militer yang membengkak, serta dampak dari reformasi politik yang terlampau naif oleh penguasa kala itu.
DIALEKSIS.COM | Opini - Perguruan tinggi semestinya menjadi ruang untuk menumbuhkan ilmu pengetahuan, daya kritis, integritas, sekaligus kematangan manusia. Di dalamnya, dosen bukan sekadar penyampai materi kuliah. Dosen adalah pendidik, pembimbing, sekaligus figur yang perilakunya ikut membentuk budaya akademik mahasiswa.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada satu pertanyaan besar yang kayaknya sudah waktunya kita bahas serius: seperti apa sih wajah pembangunan Aceh ke depan kalau kita berani ubah cara kita merencanakan pembangunan?
DIALEKSIS.COM | Opini - Ketika 23 Agustus 2026 beredar kabar pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, M.IP, langsung tersirat, bahwa prestasi sekda termuda dalam sejarah Aceh ini, tidak lama. Muda meraih posisi puncak, muda pula umur kekuasaannya. Hanya berkisar satu tahun ia pun berganti. Lahir 8 Februari 1974, usianya baru 51 tahun ketika diangkat menjadi Sekda Aceh definitif pada 15 Agustus 2025.
DIALEKSIS.COM | Opini - Di panggung internasional, proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dipromosikan megah bak mahakarya pelayanan publik terbaik. Terbaru, di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dan para delegasi East Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Presiden Prabowo Subianto kembali membanggakan MBG sebagai bukti nyata kepedulian negara kepada generasi masa depan bangsa.
DIALEKSIS.COM | Opini - Potensi perikanan Aceh sangat besar. Data menunjukkan perairan Aceh kaya akan berbagai jenis ikan tangkap seperti tongkol, cakalang, tuna, layang, dan kembung. Komoditas ini menjadi andalan nelayan dan memiliki nilai ekonomi tinggi, bahkan berpotensi ekspor.
DIALEKSIS.COM | Opini - Keluar dari kemiskinan bukan berarti sudah aman. Aceh harus belajar dari kehilangan, membaca risiko, dan memastikan setiap shock tidak kembali mendorong masyarakat ke titik nol.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dua tahun lalu, ketika Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut baru terbit, DPP Muda Seudang termasuk yang paling awal bersuara lantang menolaknya. Melalui ruang opini ini juga saya pernah menulis bahwa PP tersebut, di balik bungkus "pengelolaan sedimentasi," pada hakikatnya adalah pintu masuk baru bagi ekspor pasir laut yang pernah dilarang selama lebih dari dua dekade. Sikap itu bukan tanpa alasan.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada kota-kota yang lahir di tengah peradaban. Ada pula kota yang justru lahir di tepiannya. Vladivostok termasuk yang kedua.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Setiap 2 September, Aceh mengenakan pakaian kebesarannya. Bendera Merah Putih dikibarkan. Upacara digelar. Para pejabat berdiri di lapangan. Anak-anak sekolah berbaris rapi.
DIALEKSIS.COM | Opini - Lebih dari dua dekade telah berlalu sejak Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengalami empat tahap perubahan pada 1999 - 2002. Perubahan tersebut merupakan salah satu tonggak penting Reformasi yang bertujuan membatasi kekuasaan, memperkuat demokrasi, memperjelas sistem ketatanegaraan, serta memperluas jaminan terhadap hak hak warga negara.
DIALEKSIS.COM | Opini - Bagi kebanyakan orang, ini cuma soal "apes" atau gangguan teknis biasa. Tapi kalau kita mau jujur, keribetan kecil di depan kasir ini adalah cermin dari masalah yang lebih besar: ada jarak yang makin jauh antara indahnya konsep syariat di atas kertas dengan keribetan di lapangan.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dalam perjalanan panjang penyelenggaraan negara Republik Indonesia, keberadaan daerah-daerah yang memiliki status khusus dan istimewa merupakan bagian penting dari dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Kekhususan tersebut lahir dari latar sejarah, politik, sosial, budaya, serta proses integrasi yang berbeda-beda.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada satu reality check yang semakin relevan dengan perjalanan pembangunan Aceh hari ini: kebutuhan terus naik level, sementara ruang fiskal tidak selalu tumbuh dengan kecepatan yang sama. Ekonomi harus bergerak lebih cepat, kemiskinan harus ditekan, lapangan kerja diperluas, kualitas pendidikan dan kesehatan ditingkatkan, infrastruktur diperkuat, dan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit.
DIALEKSIS.COM | Opini - 15 Agustus 2026, seharusnya menjadi momen yang sakral bagi Aceh, karena pada tanggal 15 Agustus 2005 bertempat di Helsinky Finlandia, perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tandatangani. Perjanjian tersebut dikenal dengan MoU Helsinki.
DIALEKSIS.COM | Opini - Bagi sebagian orang, Work From Anywhere (WFA) hanyalah perubahan lokasi bekerja. Sesungguhnya, kebijakan ini sedang menguji sesuatu yang jauh lebih mendasar: apakah birokrasi Indonesia benar-benar siap meninggalkan budaya mengukur kehadiran menuju budaya mengukur hasil kerja.