DIALEKSIS.COM | Opini - Di panggung internasional, proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dipromosikan megah bak mahakarya pelayanan publik terbaik. Terbaru, di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dan para delegasi East Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Presiden Prabowo Subianto kembali membanggakan MBG sebagai bukti nyata kepedulian negara kepada generasi masa depan bangsa.
DIALEKSIS.COM | Opini - Potensi perikanan Aceh sangat besar. Data menunjukkan perairan Aceh kaya akan berbagai jenis ikan tangkap seperti tongkol, cakalang, tuna, layang, dan kembung. Komoditas ini menjadi andalan nelayan dan memiliki nilai ekonomi tinggi, bahkan berpotensi ekspor.
DIALEKSIS.COM | Opini - Keluar dari kemiskinan bukan berarti sudah aman. Aceh harus belajar dari kehilangan, membaca risiko, dan memastikan setiap shock tidak kembali mendorong masyarakat ke titik nol.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dua tahun lalu, ketika Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut baru terbit, DPP Muda Seudang termasuk yang paling awal bersuara lantang menolaknya. Melalui ruang opini ini juga saya pernah menulis bahwa PP tersebut, di balik bungkus "pengelolaan sedimentasi," pada hakikatnya adalah pintu masuk baru bagi ekspor pasir laut yang pernah dilarang selama lebih dari dua dekade. Sikap itu bukan tanpa alasan.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada kota-kota yang lahir di tengah peradaban. Ada pula kota yang justru lahir di tepiannya. Vladivostok termasuk yang kedua.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Setiap 2 September, Aceh mengenakan pakaian kebesarannya. Bendera Merah Putih dikibarkan. Upacara digelar. Para pejabat berdiri di lapangan. Anak-anak sekolah berbaris rapi.
DIALEKSIS.COM | Opini - Lebih dari dua dekade telah berlalu sejak Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengalami empat tahap perubahan pada 1999 - 2002. Perubahan tersebut merupakan salah satu tonggak penting Reformasi yang bertujuan membatasi kekuasaan, memperkuat demokrasi, memperjelas sistem ketatanegaraan, serta memperluas jaminan terhadap hak hak warga negara.
DIALEKSIS.COM | Opini - Bagi kebanyakan orang, ini cuma soal "apes" atau gangguan teknis biasa. Tapi kalau kita mau jujur, keribetan kecil di depan kasir ini adalah cermin dari masalah yang lebih besar: ada jarak yang makin jauh antara indahnya konsep syariat di atas kertas dengan keribetan di lapangan.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dalam perjalanan panjang penyelenggaraan negara Republik Indonesia, keberadaan daerah-daerah yang memiliki status khusus dan istimewa merupakan bagian penting dari dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Kekhususan tersebut lahir dari latar sejarah, politik, sosial, budaya, serta proses integrasi yang berbeda-beda.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada satu reality check yang semakin relevan dengan perjalanan pembangunan Aceh hari ini: kebutuhan terus naik level, sementara ruang fiskal tidak selalu tumbuh dengan kecepatan yang sama. Ekonomi harus bergerak lebih cepat, kemiskinan harus ditekan, lapangan kerja diperluas, kualitas pendidikan dan kesehatan ditingkatkan, infrastruktur diperkuat, dan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit.
DIALEKSIS.COM | Opini - 15 Agustus 2026, seharusnya menjadi momen yang sakral bagi Aceh, karena pada tanggal 15 Agustus 2005 bertempat di Helsinky Finlandia, perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tandatangani. Perjanjian tersebut dikenal dengan MoU Helsinki.
DIALEKSIS.COM | Opini - Bagi sebagian orang, Work From Anywhere (WFA) hanyalah perubahan lokasi bekerja. Sesungguhnya, kebijakan ini sedang menguji sesuatu yang jauh lebih mendasar: apakah birokrasi Indonesia benar-benar siap meninggalkan budaya mengukur kehadiran menuju budaya mengukur hasil kerja.
DIALEKSIS.COM | Opini - Musyawarah Daerah Partai Demokrat menyimpan sebuah paradoks. Dukungan mayoritas Dewan Pimpinan Cabang memang penting sebagai tiket pencalonan. Namun, setelah pintu itu terbuka, jumlah dukungan bukanlah penentu terakhir. Palu keputusan tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat.
DIALEKSIS.COM | Opini - Di ’nanggroe keuneubah endatu’, ada sebuah tradisi tak tertulis yang jauh lebih mendebarkan daripada menyaksikan laga penentuan pertandingan sepakbola saat injury time. Fenomena itu adalah menanti kabar mutasi pejabat.
DIALEKSIS.COM | Opini - Aceh bukan sekadar provinsi yang berada di ujung barat Indonesia. Aceh adalah bagian penting dari perjalanan panjang bangsa ini sebuah wilayah yang menyimpan sejarah tentang perjuangan, konflik, bencana, perdamaian, dan keteguhan masyarakatnya dalam melewati berbagai ujian.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dua puluh satu tahun setelah senjata diletakkan, Aceh ternyata masih dapat dibuat tegang oleh selembar kain. Pada 15 Agustus 2026, ketika zikir dan doa seharusnya menandai kedewasaan sebuah perdamaian, Bendera Bulan Bintang kembali berkibar di tengah kerumunan di Masjid Raya Baiturrahman. Ketegangan terjadi, massa dan aparat berhadapan, gas air mata ditembakkan, dan peringatan Hari Damai Aceh yang semestinya khidmat berubah menjadi kericuhan. Ada ironi yang sulit diabaikan: tepat pada hari ketika Aceh memperingati berakhirnya konflik, bayang-bayang konflik kembali hadir di ruang publik.
DIALEKSIS.COM | Opini - 15 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum 21 tahun perjalanan perdamaian Aceh dengan Indonesia sejak Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, Firlandia pada 15 Agustus 2005.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dua puluh satu tahun sudah sejak Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ditandatangani di Helsinki, ibukota Finlandia. Perang saudara di Aceh resmi berakhir. Senjata gerilyawan GAM diserahkan dan dipotong oleh AMM (Aceh Monitoring Mission) pimpinan Pieter Cornelis Feith, diplomat senior Belanda.
DIALEKSIS.COM | Opini - Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka yang menghadirkan penyelesaian damai atas konfllik Aceh ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005 lalu. Dua puluh satu tahun setelahnya, tidak bisa dikatakan bahwa perdamaian Aceh sesuatu yang biasa saja. Ketiadaan operasi militer, kontak senjata, bahkan kekerasan bersenjata dalam skala besar seperti yang pernah dialami sebelumnya menjadi berkah tersembunyi. Generasi muda Aceh yang lahir setelah 15 Agustus 2005 tumbuh dalam situasi yang relatif aman. Oleh karenanya, ini bisa dianggap sebagai sebuah capaian yang besar.
DIALEKSIS.COM | Opini - Artikel ini saya mulai ketika melihat seorang anak kecil yang disuruh oleh gurunya untuk mengambarkan bendera merah putih (NKRI) malah si anak kecil membuat bendera Aceh (bulan Bintang). Menarik sekali sebagai penulis yang mengkaji hukum tata negara langsung terbersit dalam hati apa sebenarnya yang terjadi dibenak adik itu, apakah ia anak seorang mantan kombatan GAM? Apakah ayahnya menceritakan makna dari simbol bendera itu, apakah jiwa anak itu bagaikan Keumalahayati? Tentu jawaban-jawaban itu hanya adik itu yang tahu, dan entitas bendera masih terpatri dalam jiwa si anak tersebut.

