Beranda / Opini / Gerakan Indonesia Bicara Baik, Ajakan Untuk Hijrah

Gerakan Indonesia Bicara Baik, Ajakan Untuk Hijrah

Rabu, 12 Desember 2018 16:25 WIB

Font: Ukuran: - +


Oleh: Mahdi Andela 

Keberadaan internet dan media sosial di zaman modern seperti sekarang membuat berbagai informasi semakin mudah didapat. Kehidupan manusia dewasa ini tak bisa lepas dari teknologi informasi dan teknologi khususnya internet. Manfaat internet bagi masyarakat dunia khususnya di Indonesia memang cukup banyak dan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Indonesia tak hanya menggunakan internet sebagai media untuk meringankan pekerjaan, tapi juga untuk hal lain seperti bergaul atau bahkan mencari penghasilan tambahan.

Internet sebagai sumber informasi tentang hal apapun tentu sangat membantu masyarakat. Bagi mereka yang bekerja di bidang pendidikan, bidang literasi, atau bidang kesenian, bisa mencari berbagai informasi dari internet. Misalnya, bila ada seorang guru atau dosen yang akan memberi materi pelajaran dan ingin mencari informasi yang lebih banyak, mereka bisa menggunakan internet. Tak hanya dalam hal pekerjaan, siapapun bisa mencari informasi tentang apa saja, misal mencari artikel tentang informasi penyakit, informasi tempat hiburan, dll.

Keberadaan internet juga bisa mempermudah atau mempercepat suatu pekerjaan. Misalnya, ada suatu data dari satu kantor yang harus diserahkan pada kantor lain, penyerahan ini bisa memanfaatkan media surat elektronik (email) yang tentunya menggunakan internet.

Dalam hal pergaulan, internet juga punya peranan yang sangat besar. Banyaknya forum dan jejaring sosial saat ini yang bisa membantu siapa saja untuk menambah pergaulan. Ini juga merupakan salah satu manfaat internet bagi masyarakat. Manfaat jejaring sosial juga tak hanya menambah pergaulan, tapi juga mempererat pertemanan dan membuat kita berlatih untuk bersosialisasi lebih baik.

Akhir-akhir ini marak sekali tentang bisnis online. Kita bisa menjalankan sebuah bisnis di internet. Kelebihan dari bisnis jenis ini adalah kita tidak perlu repot-repot menyewa lahan/toko untuk berjualan. Kita hanya harus menyiapkan barang yang akan dijual, mempromosikannya, lalu tinggal menunggu pembeli menghubungi kita. Kita bisa menjual apa saja melalui internet, mulai dari fashion, makanan, jasa, atau bahkan menjual rumah.

Media internet adalah salah satu media yang sangat bagus untuk promosi. Manfaat internet yang satu ini tak hanya berlaku bagi pebisnis online, tapi juga bagi kita yang punya toko atau perusahaan tertentu.

Di sinilah letak manfaat jejaring sosial yang ada di internet. Kita bisa menggunakan jejaring sosial apapun untuk berpromosi, atau bahkan membuat situs pribadi yang memuat usaha kita.

Manfaat internet bagi masyarakat tak hanya terbatas pada para pebisnis, tapi juga untuk para konsumen. Bila kita malas keluar rumah untuk belanja barang-barang tertentu, kita bisa mencari barang yang kita inginkan lewat internet. Tinggal pesan, bayar dengan cara yang disepakati, lalu tunggu di rumah. Sungguh sangat mudah.

Singkatnya, sangat banyak manfaat internet bagi masyarakat. Internet memudahkan hidup. Keberadaan internet dan media sosial membuat berbagai informasi semakin mudah didapat. Namun karena ini pula berita palsu alias hoaks bisa beredar dengan luas dan cepat di publik. Hoaks banyak ditemukan bertebaran di berbagai jejaring sosial, pesan berantai yang diteruskan lewat instant messenger seperti whatsapp, Facebook dan Twitter hingga situs yang memang sengaja memuat berita palsu.

Sejatinya, media sosial dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Sayangnya, tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif dan berita bohong.

Allah SWT memerintahkan kita untuk memeriksa suatu berita terlebih dahulu karena belum tentu semua berita itu benar dan valid. Allah SWT berfirman, yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujuraat [49]: 6).

Allah SWT juga memerintahkan kita untuk memeriksa suatu berita dengan teliti, yaitu mencari bukti-bukti kebenaran berita tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan menelusuri sumber berita, atau bertanya kepada orang yang lebih mengetahui hal itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas mengatakan: Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila dia mengatakan semua yang didengar (HR. Muslim no.7).

Dalam hadits lain Rasulullah SAW melarang kita tergesa-gesa menyebarkan berita tersebut, karena sikap seperti ini hanyalah berasal dari setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 10/104 dan Abu Ya’la dalam Musnad-nya 3/1054).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyampaikan keprihatinannya menyaksikan munculnya konten-konten negatif, berita provokatif, adu domba, kabar bohong yang akhir-akhir ini banyak sekali terlihat, yang jelas-jelas tidak mengindahkan etika dalam menyampaikan informasi.

Bahkan dengan kepentingan tertentu, memang sengaja disebar untuk membangkitkan rasa takut, membangkitkan pesimisme, menebar ketakutan, menebar kecemasan, menebar kekhawatiran, dan juga perasaan-perasaan terancam. Kata Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Konvensi Nasional Humas 4.0, di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12) pagi.

Presiden menegaskan, menghadapi hal itu, memang tidak cukup dengan regulasi dan penegakan hukum. Yang diperlukan adalah literasi digital sehingga warga masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi untuk informasi digital, tapi juga mampu memilih dan memilah informasi, mampu melakukan cross-check, dan mampu melakukan klarifikasi jika menerima sebuah informasi.

Menurut Presiden, kemajuan teknologi informasi digital yang sangat cepat harus diimbangi dengan standar moral dan etika yang tinggi dari penggunanya. Karena itu, Presiden mengapresiasi konsistensi Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) yang selama ini terus mengusung #IndonesiaBicaraBaik.

Kepala Negara bahkan mengaku sangat setuju dengan gerakan Indonesia Bicara Baik, yang dinilai sebagai sebuah ajakan gerakan sosial, ajakan untuk hijrah. Ajakan untuk hijrah dari pesimisme menuju optimisme, membangkitkan optimisme Indonesia. Ajakan untuk hijrah dari semangat negatif ke positif, dari hoax ke fakta, dari kemarahan-kemarahan ke kesabaran-kesabaran, dari hal-hal yang buruk-buruk menjadi hal yang baik-baik. Hijrah dari ketertinggalan menuju ke kemajuan.

"Kalau mau Indonesia baik, kalau mau Indonesia maju kita membutuhkan kritik-kritik yang berbasis data tapi bukan pembodohan atau kebohongan. Kritik yang mencerdaskan tapi bukan narasi yang menebar pesimisme, narasi yang menakut-nakuti," tegas Presiden Jokowi.

*) Penulis adalah Wakil Sekretaris Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Cabang Aceh, Pegawai di Dinas Kominfo dan Statistik Kota Banda Aceh


Keyword:


Editor :
Jaka Rasyid

riset-JSI
Komentar Anda