Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Waspada Tetelo, Kementan Perkuat Vaksinasi dan Biosekuriti Peternakan Unggas

Waspada Tetelo, Kementan Perkuat Vaksinasi dan Biosekuriti Peternakan Unggas

Selasa, 27 Januari 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Pemerintah mendorong penguatan vaksinasi dan penerapan biosekuriti melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan peternak untuk mencegah penyakit tetelo. [Foto: dok. Kementan]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Penyakit Tetelo atau Newcastle Disease (ND) masih menjadi ancaman senyap bagi peternakan unggas nasional. Meski tidak selalu memicu kematian ayam, infeksi ND -- terutama yang bersifat subklinis -- kerap menyebabkan penurunan produksi telur dan pertumbuhan ayam tanpa disadari peternak. 

Kondisi ini berdampak langsung pada efisiensi usaha dan pendapatan peternak rakyat.

Kementerian Pertanian (Kementan) menilai dampak ND tidak bisa dipandang remeh karena berpotensi mengganggu ketersediaan pangan asal unggas. 

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan penyakit ini masih bersifat endemik di Indonesia dan dapat menekan produktivitas unggas nasional apabila tidak dikendalikan secara konsisten. 

Menurut Hendra, ayam yang tampak sehat belum tentu terbebas dari dampak ND. Penurunan performa akibat infeksi ringan kerap luput dari perhatian, sehingga kerugian baru terasa saat hasil produksi menurun. Oleh karena itu, pengendalian ND tidak hanya berorientasi pada pencegahan kematian, tetapi juga menjaga performa produksi unggas secara optimal.

Pemerintah mendorong penguatan vaksinasi dan penerapan biosekuriti melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan peternak. Model kerja sama ini diharapkan memastikan ketersediaan vaksin yang sesuai, penerapan biosekuriti di lapangan, serta pelaporan penyakit yang lebih cepat dan akurat. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI