Minggu, 13 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / MTQ Nasional XXXI Resmi Dibuka di Semarang, Diikuti 2.242 Peserta dari 37 Provinsi

MTQ Nasional XXXI Resmi Dibuka di Semarang, Diikuti 2.242 Peserta dari 37 Provinsi

Minggu, 13 September 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat pembukaan MTQ Nasional di Semarang. [Foto: Humas Kemenag]


DIALEKSIS.COM | Semarang - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam (12/9/2026).

Pembukaan MTQ Nasional ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, para gubernur dan wakil gubernur, serta Kepala Kanwil Kemenag dari berbagai provinsi. Ribuan masyarakat juga memadati Lapangan Pancasila.

MTQ Nasional XXXI berlangsung hingga 20 September 2026 dan diikuti kafilah dari 37 provinsi dengan total 2.242 peserta. Mereka berkompetisi dalam delapan cabang lomba yang terbagi menjadi 24 golongan dan 48 kategori, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, MTQ tidak sekadar menjadi ajang kompetisi membaca dan menghafal Al-Qur’an. Menurut dia, kegiatan tersebut memiliki makna sosial dan kebangsaan karena mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya dan tradisi yang beragam.

“Kafilah dari berbagai penjuru Nusantara datang dengan bahasa, budaya, dan tradisi beragam. Mereka bertemu bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan,” ujar Nasaruddin.

MTQ Nasional XXXI juga membawa pesan inklusivitas melalui cabang ekshibisi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik tuli serta penggunaan mushaf Al-Qur’an isyarat.

Nasaruddin berharap MTQ menjadi momentum untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam keluarga, lingkungan kerja, dan kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengumumkan MTQ akan digelar setiap tahun. Kementerian Agama tidak lagi menyelenggarakan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang sebelumnya digelar secara bergantian dengan MTQ.

“Demi untuk syiar, maka Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tapi yang kita lakukan adalah MTQ,” kata Nasaruddin.

Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional untuk kedua kalinya setelah penyelenggaraan pertama pada 1979. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI