Sabtu, 12 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / MTQ Nasional 2026, Menag: Jadikan Al-Qur’an Jadi Pedoman Hidup

MTQ Nasional 2026, Menag: Jadikan Al-Qur’an Jadi Pedoman Hidup

Sabtu, 12 September 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. [Foto: Humas Kemenag]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Ia ingin gelaran tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Nasaruddin, membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci. Namun, tantangan berikutnya adalah menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sikap, perilaku, serta hubungan dengan sesama.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Nasaruddin, Jumat (11/9/2026).

Ia menegaskan, MTQ tidak hanya ditujukan untuk melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi. Para peserta juga diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” katanya.

MTQ Nasional XXXI berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026 dengan tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Tahun ini, penyelenggaraan MTQ juga semakin inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas. Ekshibisi Teman Tuli digelar 14-16 September dengan 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim. Mereka mengikuti tilawah menggunakan bahasa isyarat dan menulis Al-Qur’an Isyarat.

Kementerian Agama turut memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat. Menag berharap syiar Al-Qur’an dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI