Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Mendikdasmen Pastikan Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana Aceh Tuntas 2026

Mendikdasmen Pastikan Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana Aceh Tuntas 2026

Rabu, 28 Januari 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin sedang meninjau sekolah terdampak bencana di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (28/1/2026). [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Rabu (28/1/2026), guna meninjau langsung sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam serta meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Bumi Serambi Mekkah tersebut.

Dalam agenda tersebut, Abdul Mu’ti mengunjungi sejumlah sekolah terdampak bencana, yakni SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, SMK Negeri 1 Baktiya Barat, SMP Muhammadiyah 7 Panton Labu, serta SD Negeri 9 Tanah Jambo Aye.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan sekaligus menilai langsung tingkat kerusakan sarana dan prasarana pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin sedang memberikan motivasi kepada siswa sekolah terdampak bencana di SMP Negeri 2 Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 28 Januari 2026. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.

Selain peninjauan, Mendikdasmen juga meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan Aceh Utara yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Baktiya, dengan total 23 sekolah yang diresmikan dalam tahap ini.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen memastikan tidak ada ketertinggalan pembelajaran meskipun sekolah terdampak bencana.

Bantuan operasional pendidikan, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran seperti pengadaan buku, laptop, dan sarana pendukung lainnya.

“Untuk gedung sekolah, baik yang rusak berat maupun rusak ringan akan segera kita perbaiki. Setelah ini akan dilakukan penandatanganan kerja sama pembangunan dan rehabilitasi sekolah-sekolah di Aceh. Tahun 2026 menjadi prioritas rehabilitasi, termasuk di Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah,” ujar Abdul Mu’ti dalam konferensi pers kepada awak media saat meninjau SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menjelaskan, bagi sekolah dengan kerusakan berat, pemerintah akan membangun kelas darurat agar proses belajar mengajar tetap berlangsung.

Sementara itu, untuk sekolah yang sudah tidak memungkinkan direhabilitasi, akan dibangun unit sekolah baru di lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah dengan dukungan anggaran tahun 2026.

“Sekolah-sekolah yang saat ini masih belajar di tenda, nantinya akan dipindahkan ke kelas darurat. Kami menargetkan pada tahun ajaran baru 2026“2027, sekolah dengan kerusakan ringan dan sedang sudah dapat berfungsi normal kembali, lengkap dengan mebel dan buku pelajaran,” tambahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengapresiasi langkah cepat Kemendikdasmen dalam penanganan bencana pendidikan di Aceh. Menurutnya, sejak tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi salah satu kementerian yang paling responsif.

“Pembelajaran darurat sudah berjalan sejak awal Januari dengan tenda-tenda darurat. Sekarang kita sudah masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Bahkan, ada 99 sekolah yang langsung masuk dalam skema kerja sama pembangunan dan revitalisasi. Ini langkah yang sangat cepat dan patut diapresiasi,” ungkap Murthalamuddin.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan pendidikan, termasuk pengurusan dokumen sekolah yang hilang akibat bencana, akan difasilitasi secara gratis oleh pemerintah.

"Kita berharap ini menjadi dorongan percepatan pemulihan sektor pendidikan di Aceh, sekaligus memastikan hak belajar peserta didik tetap terpenuhi meski di tengah kondisi pascabencana," pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI