Beranda / Berita / Nasional / Krisis Pangan, Jokowi Sebut 19.600 Orang Setiap Hari Mati Kelaparan

Krisis Pangan, Jokowi Sebut 19.600 Orang Setiap Hari Mati Kelaparan

Senin, 26 September 2022 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

[Foto: ANTARA/BPMI]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Joko Widodo sebut 19.600 orang di dunia meninggal dunia akibat krisis pangan yang terjadi belakangan ini.

Krisis pangan itu salah satunya dipicu oleh Konflik Rusia dengan Ukraina yang berlangsung hampir setengah tahun belakangan ini.

Jokowi menyebutkan perang tersebut tak hanya memicu krisis pangan, namun juga memicu krisis energi, bahkan mengganggu proses pemulihan ekonomi dari dampak penyebaran Covid-19.

Menurutnya, permasalahan ini cukuplah serius, apalagi saat ini, perang Rusia kemungkinan akan berlangsung lama.

Perkiraan itu ia sampaikan setelah ia berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama 2,5 jam dan Presiden Ukraina Vladymyr Zelensky selama 1,5 jam. 

Karena perang berkepanjangan itu katanya, sejumlah lembaga internasional sudah memperkirakan kondisi ekonomi yang saat ini sudah cukup sulit pada tahun ini, berlanjut ke tahun depan.

Walaupun berat, Jokowi meminta kepada jajarannya untuk menjadikan masalah itu sebagai peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha dalam negeri terutama di tengah perkembangan ekonomi digital dalam negeri belakangan ini.

Jokowi mengatakan dari perkembangan ekonomi digital di dalam negeri, saat ini persentase terbesarnya dikuasai fintech yang proporsinya mencapai 23 persen dan ritel yang mencapai 14 persen. 

Sementara yang bergerak dibidang pangan dan pertanian baru mencapai 4 persen. Jokowi menambahkan, bahwa permasalahan pangan tidak hanya terkait beras saja. Ada sejumlah komoditas yang bisa dikembangkan dan dijadikan produk andalan seperti sayuran, prang, berang, sorgum, sagu, dan lainnya. (CNN Indonesia)

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda