Senin, 28 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / Konektivitas Digital Indonesia Tembus 90%, Pemerintah Genjot Kualitas 5G

Konektivitas Digital Indonesia Tembus 90%, Pemerintah Genjot Kualitas 5G

Senin, 28 September 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo memberikan keterangan kepada awak media usai Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel Ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/09/2026). [Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Cakupan konektivitas digital di Indonesia kini telah mencapai lebih dari 90%. Pemerintah tidak lagi hanya fokus memperluas jangkauan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan agar manfaat konektivitas semakin dirasakan masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengatakan peningkatan kualitas konektivitas membutuhkan sinergi pemerintah dan industri. Perkembangan teknologi yang semakin cepat dinilai menuntut kolaborasi dalam membangun infrastruktur dan ekosistem digital.

"Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover, tapi kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik," ujar Angga yang dilansir pada Senin (28/9/2026).

Salah satu upaya pemerintah adalah memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk memperluas layanan 4G sekaligus menutup wilayah yang masih mengalami blank spot. Sementara frekuensi 2.600 MHz diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan 5G.

"2.600 MHz untuk lompatan kita, untuk kualitas 5G. Seperti kita tahu, 5G kita masih belum luas sebarannya. Alhamdulillah dengan 2.600 MHz ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memiliki," katanya.

Angga menargetkan layanan 5G di Indonesia semakin luas dan berkualitas dalam tiga tahun ke depan. Pemerintah juga menekankan pentingnya harga layanan yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Harapannya 3 tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar, semakin baik, terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau tentunya," pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI