Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / KIP Kuliah PTKN Rp1,6 Triliun, Kemenag Dorong Beasiswa Mahasiswa Asing dan Warga Sekitar

KIP Kuliah PTKN Rp1,6 Triliun, Kemenag Dorong Beasiswa Mahasiswa Asing dan Warga Sekitar

Senin, 19 Januari 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi. KIP Kuliah. [Foto: net via UTU]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Agama tahun ini mengalokasikan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) hingga mencapai Rp 1,6 triliun bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). 

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin berpesan agar PTKN mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa asing dan memberikan perhatian kepada warga sekitar kampus.

Menurut Sekjen, beasiswa bagi mahasiswa asing menjadi langkah staretgis dan akan berdampak besar bagi perguruan tinggi dan bangsa. 

“Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar, karena disana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup murah,” terang Kamaruddin Amin yang dilansir pada Senin (19/1/2026).

Kamaruddin melanjutkan Indonesia berpeluang besar menjadi destinasi pendidikan Islam dunia. Saat ini menurut Peneliti Inggris, ada tiga universitas yang berpengaruh di dunia Islam yaitu Universitas Al Azhar, Universitas Madinah dan Universitas Internasional Iran.

Selain beasiswa mahasiswa asing, Kamaruddin Amin juga menyinggung pentingnya perhatian civitas akademika PTKN menguatkan kehadirannya kepada masyarakat sekitar. 

“Mungkin di sekitar kampus banyak keluarga yang kurang mampu, maka PTKN harus hadir memikirkan mereka, salah satunya dengan beasiswa,” katanya. “Perguruan Tinggi harus memberi dampak kepada masyarakat, di tengah kebutuhan masyarakat yang kian kompleks."

Alumnus S3 Bon University Jerman ini menyampaikan agar para pimpinan PT agar mencari sumber pendanaan lain, selain APBN, yaitu tution fee (UKT), kerja sama penelitian dengan dunia industri, pendanaan dari alumni, serta dana abadi pendidikan (endomen fund). 

"Wakaf bisa menjadi salah satu bentuk indomen fund bagi perguruan tinggi keagamaan Islam yang potensial untuk dikembangkan," pungkasnya. [s]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI