Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kasus Hantavirus Dipantau Dua Pekan, Menkes Minta Publik Tak Panik

Kasus Hantavirus Dipantau Dua Pekan, Menkes Minta Publik Tak Panik

Rabu, 13 Mei 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi kasus hantavirus. [Foto: ugm.ac.id]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh kontak erat terkait kasus Hantavirus di DKI Jakarta hingga kini menunjukkan hasil negatif. Pemerintah tetap melanjutkan pemantauan ketat terhadap pasien dan kontak erat selama masa inkubasi untuk memastikan tidak ada penularan lanjutan.

“Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,” kata Budi dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

Kasus tersebut bermula dari seorang warga negara asing (WNA) yang diketahui memiliki riwayat kontak di kapal luar negeri. Pemerintah Indonesia menerima laporan dari otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026 dan langsung melakukan pelacakan sehari setelahnya. Pada 8 Mei, pasien berhasil ditemukan dan dievakuasi ke RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi.

Budi mengatakan pemerintah kini memiliki sistem surveilans yang lebih siap dibanding sebelum pandemi COVID-19. Menurut dia, koordinasi lintas negara juga membantu percepatan penanganan kasus penyakit menular yang berpotensi masuk ke Indonesia.

“Indonesia sejak pandemi COVID-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan pasien sengaja diisolasi di RSPI Sulianti Saroso karena fasilitas tersebut merupakan rumah sakit rujukan khusus penyakit infeksi. Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbolehkan karantina mandiri, pemerintah memilih langkah isolasi fasilitas kesehatan sebagai bentuk kehati-hatian.

Kementerian Kesehatan menegaskan Hantavirus umumnya menular melalui paparan hewan pengerat seperti tikus dan curut, baik lewat gigitan maupun cairan tubuh. Budi menyebut varian yang ditemukan di Indonesia merupakan varian Asia dengan tingkat kematian sekitar 5-15 persen, jauh lebih rendah dibanding varian Andes di Amerika Selatan. 

“99 persen penularan Hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia,” kata dia. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI