DIALEKSIS.COM | Aceh Utara - Kolaborasi antara KAGAMA Aceh, Psikodista Konsultan, dan Perumda Tirta Pase Aceh Utara menghadirkan layanan psikososial bagi warga terdampak banjir di Gampong Glee Dagang, Kecamatan Sawang, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menyasar pemulihan kondisi mental ibu-ibu, remaja putri, dan anak-anak yang masih menyimpan trauma pascabencana.
Program bertajuk Psikososial untuk Ibu dan Anak ini diikuti sekitar 200 perempuan dan remaja putri, serta 100 anak. Kegiatan dibuka oleh Geuchik Gampong Glee Dagang yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian para pihak terhadap warganya.
Perwakilan KAGAMA Aceh yang terlibat antara lain Wakil Ketua Nur Janah Alsharafi, Cut Mita dari bidang fasilitasi dan pemberdayaan alumni, Mirwatul Uli dari bidang sosial dan keagamaan, serta Daru Tri Hidayat dari bidang penelitian dan pengembangan. Mereka berkolaborasi dengan tim Psikodista Konsultan dan jajaran Perumda Tirta Pase Aceh Utara.
Direksi Perumda Tirta Pase, Ferry, dalam sambutannya menekankan pentingnya konsumsi air bersih bagi kesehatan, sekaligus memperkenalkan produk air mineral lokal “Ieloen” yang diklaim telah memenuhi standar halal dan kesehatan. Produk tersebut merupakan inovasi perusahaan daerah yang segera diluncurkan ke publik.
Sementara itu, Direktur Utama Psikodista Konsultan, Bachtiar Nitura, menyebutkan program psikososial ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam memberikan layanan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Ia mengatakan kegiatan serupa telah dilakukan di sejumlah wilayah sebelumnya.
Sesi utama diisi oleh Nur Janah Alsharafi yang juga Direktur Psikodista Konsultan. Ia memberikan konseling psikologis sekaligus memandu peserta mempraktikkan teknik pengelolaan stres, emosi, serta upaya membangun perasaan positif sebagai bagian dari pemulihan kesehatan mental.
Selama sekitar dua jam, peserta terlihat aktif mengikuti berbagai metode terapi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Teknik tersebut diharapkan menjadi bekal awal (self healing) bagi warga dalam menghadapi trauma, terutama rasa takut yang kerap muncul saat hujan deras kembali turun.
Penyelenggara mengakui, sebagian penyintas masih mengalami kecemasan dan trauma pascabanjir. Karena itu, pendekatan psikososial dinilai penting untuk melengkapi bantuan fisik yang selama ini lebih dominan diberikan.
Selain layanan psikologis, para kolaborator juga menyalurkan ratusan paket bantuan yang berisi sembako, perlengkapan mandi, susu dan makanan ringan, jilbab, peralatan sekolah, serta air mineral produksi Perumda Tirta Pase.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di akhir kegiatan, sebelum didistribusikan kepada seluruh warga yang hadir. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat, baik secara fisik maupun mental, pascabencana banjir yang melanda kawasan tersebut.