Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Genomik Jadi Senjata Baru Tekan Pemborosan Anggaran Kesehatan

Genomik Jadi Senjata Baru Tekan Pemborosan Anggaran Kesehatan

Jum`at, 13 Februari 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pendekatan berbasis profil genetik individu akan mengubah pola diagnosis dan terapi yang selama ini bersifat umum. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah mempercepat pengembangan kedokteran presisi berbasis genomik sebagai strategi jangka panjang menekan lonjakan pembiayaan penyakit kronis. 

Melalui program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI), Kementerian Kesehatan mulai membangun fondasi data genetik nasional yang ditargetkan menjadi tulang punggung sistem kesehatan masa depan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pendekatan berbasis profil genetik individu akan mengubah pola diagnosis dan terapi yang selama ini bersifat umum. 

“Pemeriksaan kesehatan kita akan menjadi jauh lebih akurat, lebih presisi, dan lebih personal. Otomatis pengobatannya juga lebih tepat sasaran dan efektif,” ujarnya dalam forum komunikasi strategis nasional “BGSI Ecosystem Roadshow” di Jakarta.

Hingga awal 2026, BGSI telah merekrut lebih dari 20.000 partisipan dan menghasilkan sekitar 16.000 whole genome sequencing. Pemerintah menilai capaian tersebut bukan sekadar angka riset, melainkan investasi strategis untuk menekan inefisiensi belanja kesehatan akibat terapi berulang dan diagnosis yang tidak tepat.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan presisi terapi akan berdampak langsung pada ketahanan fiskal. 

“Jika terapinya tepat, pemborosan biaya pengobatan bisa dihindari. Keuangan negara di sektor kesehatan akan menjadi jauh lebih efektif,” katanya. 

Namun ia mengingatkan, pengembangan ekosistem genomik membutuhkan konsistensi jangka panjang dan tidak dapat menghasilkan dampak instan.

Saat ini, implementasi BGSI telah didukung 10 rumah sakit sebagai pusat jejaring, dengan target integrasi data genomik ke dalam sistem kesehatan nasional secara bertahap. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI