Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Nasional / Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Nasional

Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Nasional

Jum`at, 07 Agustus 2020 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. [Foto: suara24.news]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Imbas dari pandemik Covid-19, perekonomian Indonesia pada kuartal II 2020 dilaporkan BPS tumbuh minus 5,32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menteri Koordinator Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, Airlangga Hartarto mengatakan, setelah mengalami kontraksi minus 5,32 persen pada triwulan II 2020, pemerintah bakal menempuh sejumlah strategi agar perekonomian tumbuh positif pada triwulan III dan IV. 

Airlangga menuturkan, strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah. Yakni, optimalisasi belanja yang dilakukan dengan implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN), dan peningkatan daya beli masyarakat, serta dukungan di sektor yang diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi pada triwulan III dan IV. 

"Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, termasuk BUMN, harus berpartisipasi," kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis (6/8/2020). 

Menurutnya, kuartal II tahun ini menjadi penentu perekonomian Indonesia memasuki resesi ataukah tidak. Apabila pertumbuhan pada Juli, Agustus, dan September kembali minus, secara otomatis perekonomian masuk ke jurang resesi. 

"Pemerintah juga membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk meningkatkan koordinasi, sehingga perencanaan dan eksekusi dari kedua target yaitu kesehatan dan ekonomi, dapat berjalan beriringan atau tercapai sekaligus," ujarnya. 

Airlangga menambahkan, program penanganan wabah yang serius dan terstruktur akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan rumah tangan untuk melakukan aktivitas konsumsi ataupun investasi. 

"Adapun daya beli masyarakat akan dijaga dengan bantuan sosial dan subsidi. Dunia usaha akan dibanjiri beragam insentif agar permintaan domestik terjaga," katanya. 

Selain itu, lanjutnya, penanganan aspek kesehatan yang dimaksud meliputi peningkatan pengujian dan pelacakan penyebaran Covid-19, penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta pengadaan obat. 

"Hal yang tak kalah penting adalah persiapan produksi dan distribusi vaksin dalam kurun waktu satu tahun ke depan," pungkasnya. (rmol)

Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda