Kamis, 10 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi

Rabu, 09 September 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan dan mengajak masyarakat mendoakan seluruh rombongan jurnalis agar segera ditemukan dalam keadaan selamat. [Foto: Humas Komdigi]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendukung upaya pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan dan mengajak masyarakat mendoakan seluruh rombongan agar segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kami turut merasakan kekhawatiran keluarga, rekan-rekan pers, dan seluruh masyarakat. Doa kami menyertai M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, Donal Husni, serta seluruh awak kapal yang berada dalam rombongan tersebut. Semoga seluruhnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Meutya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Lima jurnalis yang hilang kontak tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id), Firman Daus (Jurnalis Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance).

Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menggunakan speedboat pada Senin (7/9/2026) siang. Hingga Rabu siang, keberadaan mereka belum diketahui.

Operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan. Kemkomdigi terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Dari sisi komunikasi, Kemkomdigi juga berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk mendukung kebutuhan konektivitas selama proses pencarian.

“Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi juga memberi dukungan upaya pencarian rombongan wartawan dengan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar Selat Sunda,” ujar Meutya.

Kemkomdigi akan terus mengevaluasi kebutuhan dukungan jaringan sesuai perkembangan operasi di lapangan.

Meutya yang pernah berprofesi sebagai jurnalis juga mengingatkan insan pers untuk mengutamakan keselamatan ketika melakukan peliputan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi bahaya bencana.

“Kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kondisi maupun keberadaan rombongan jurnalis.

Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi dari Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan otoritas terkait lainnya. “Tidak membuat atau menyebarkan spekulasi, konten yang menyesatkan, hoaks, maupun informasi yang dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat,” tegas Meutya.

Meutya menambahkan, fokus utama saat ini adalah keselamatan seluruh jurnalis dan awak kapal serta kelancaran operasi pencarian.

“Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI