DIALEKSIS.COM | London - Gangguan teknis pada sistem pengendalian lalu lintas udara Inggris menyebabkan lebih dari 1.750 penerbangan dibatalkan dan mengganggu perjalanan udara di sedikitnya 15 bandara.
Gangguan yang terjadi sejak Selasa (8/9/2026) itu membuat ribuan penumpang tertahan selama berjam-jam di pesawat maupun terminal. Dampaknya diperkirakan masih berlanjut pada Rabu karena maskapai harus menjadwalkan ulang penumpang dan memindahkan pesawat yang berada di lokasi berbeda akibat pembatalan.
National Air Traffic Services (NATS), operator pengendalian lalu lintas udara Inggris, mengatakan gangguan disebabkan kendala pada sistem pemrosesan penerbangan. NATS menyatakan masalah tersebut telah diperbaiki.
Kepala NATS Martin Rolfe meminta maaf atas gangguan tersebut. Ia menegaskan, keputusan untuk menghentikan atau membatasi operasional penerbangan dilakukan demi keselamatan.
"Kami tidak pernah mengambil keputusan ini dengan gegabah," ujar Rolfe kepada BBC.
Gangguan turut berdampak pada sejumlah bandara besar, termasuk Heathrow, Gatwick, Manchester, Birmingham, serta sejumlah bandara di Skotlandia.
Heathrow mengimbau penumpang memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara dan hanya berangkat apabila penerbangan telah dipastikan beroperasi.
Sementara itu, maskapai Ryanair dan Wizz Air mendesak Rolfe mempertimbangkan pengunduran diri. Ryanair menyebut lebih dari 65.000 penumpangnya terdampak dan lebih dari 50 penerbangan dibatalkan.
Direktur Operasional Ryanair Neal McMahon menilai gangguan tersebut menunjukkan kegagalan berulang dalam pengelolaan sistem NATS.
Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander kemudian memanggil Rolfe untuk meminta penjelasan mengenai gangguan tersebut.
"Saya meminta jaminan bahwa pelajaran akan dipetik dan sistem pendukung penerbangan benar-benar mampu menjalankan tugasnya," kata Alexander.
Pihak bandara dan maskapai mengimbau penumpang untuk memeriksa informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan sebelum melakukan perjalanan. [AP/abc news]