Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
BANK
Beranda / IKM / Kepala Disindag Aceh Bagi Cairan Pencuci Piring 'Mak Rah Pireng' Kepada Staf

Kepala Disindag Aceh Bagi Cairan Pencuci Piring 'Mak Rah Pireng' Kepada Staf

Senin, 11 Februari 2019 12:18 WIB

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Aceh, Drs. Muhammad Raudhi, M.Si membagikan produk cairan pencuci piring  lokal “ Mak Rah Pireng” kepada para staf dan pegawai di lingkup Disindag Aceh



DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung industri kecil menengah (IKM) Aceh yang dilakukan dengan sosialisasi dan promosi produk produk IKM Aceh

Seperti terlihat ketika apel pada senin (11/2/2019) hari ini, dimana Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Aceh, Drs. Muhammad Raudhi, M.Si membagikan produk cairan pencuci piring  lokal “ Mak Rah Pireng” kepada para staf dan pegawai di lingkup Disindag Aceh.

Pembagian produk lokal yang sempat  meraih juara II dalam kompetisi Produk Inivative Dunia “ Leaders in Innovation Fellowship” di Royal Academy of Engineering di Inggris ini sebagai bagian dari upaya promosi Pemerintah Aceh dalam rangka pemanfaatan produk lokal sekaligus pengembangan IKM Aceh dengan tujuan membangkitkan kecintaan warga aceh terhadap produk Aceh. Dengan adanya pengembangan produk IKM Aceh, hal ini sedikit banyak akan mampu menekan angka kemiskinan maupun pengangguran di Aceh. 

sabun cair dengan merek Mak Rah Pireng ini merupakan produk asli Aceh buatan dari PT. Indoraya Karya Bangsa, Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di bawah bimbingan Inkubator Bisnis Unsyiah. Produk ini sendiri menggunakan formula baru yaitu asam sunti sebagai bahan baku sabun cuci piring tersebut. Asam sunti merupakan bumbu dapur Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan dan diberi garam.

Mak Rah Pireng diproduksi sesuai dengan standar Dinas Kesehatan dan sudah mendapatkan label Halal dari MPU/MUI. Didukung dengan mesin produksi dengan teknologi mutakhir yang handal sehinga kualitas dan mutu sabun Mak Rah Pireng tetap terjaga. (PD)

Editor :
Pondek

Prof. Dr. Cornelis Lay, M.A (kamaruddin)
Komentar Anda