Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Pabrik Sabu di Pidie Terbongkar, Dedy Tabrani Ajak Selamatkan Generasi Aceh

Pabrik Sabu di Pidie Terbongkar, Dedy Tabrani Ajak Selamatkan Generasi Aceh

Jum`at, 23 Oktober 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si menggunakan jaket warna hitam menyambut Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmennya melindungi generasi muda dari ancaman narkotika menyusul terbongkarnya laboratorium narkotika ilegal di Kabupaten Pidie. Ia mengajak pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat kerja bersama dalam memberantas narkoba.

“Inilah fakta yang selama ini saya katakan dan bukti keseriusan saya menyelamatkan generasi muda Aceh,” kata Dedy saat dihubungi Dialeksis.

Pengungkapan tersebut berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026. Tim gabungan BNN RI, Polri, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggerebek bangunan ruko dua pintu di Gampong Ulee Tutue, Kemukiman Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, yang diduga digunakan sebagai tempat produksi narkotika.

Berdasarkan keterangan terbaru yang disampaikan dalam peninjauan lokasi pada Jumat, 23 Oktober 2026, petugas menemukan 20 drum berisi sabu cair atau meth oil serta sekitar 500 kilogram sabu kristal. Total barang bukti yang diamankan disebut mencapai sekitar 1,2 ton bruto.

Dalam keseluruhan operasi, aparat menangkap 11 orang, terdiri atas sembilan warga negara Indonesia dan dua warga negara Tiongkok. Enam orang diamankan di lokasi laboratorium di Pidie, sedangkan lima lainnya ditangkap di wilayah Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.

Menanggapi pengungkapan itu, Dedy menekankan bahwa BNNP Aceh membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Menyelamatkan generasi muda dari narkotika, menurut dia, merupakan tanggung jawab bersama.

Seruan tersebut sejalan dengan arahannya ketika melantik dua kepala BNN kota di Banda Aceh, Selasa, 29 September 2026. Saat itu, Dedy menekankan pentingnya memperkuat pencegahan, mempermudah akses rehabilitasi, serta memberantas jaringan peredaran gelap narkotika secara tegas dan terukur.

“BNN harus hadir di tengah masyarakat. Pencegahan harus diperkuat, akses rehabilitasi harus semakin mudah,” kata Dedy dalam kesempatan tersebut.

Ia juga menggarisbawahi perlunya keterlibatan ulama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan dunia usaha, selain pemerintah daerah serta TNI-Polri. Kerja sama lintas sektor itu diperlukan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika. Dalam arahannya tersebut, Dedy turut mengingatkan personel BNN untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik saat menjalankan tugas.

Kepada Dialeksis, Dedy menegaskan kembali pentingnya kepedulian bersama untuk menjaga masa depan generasi muda Aceh.

“BNNP Aceh tidak bisa bekerja sendiri. Ayo, pemerintah daerah dan masyarakat, ini tugas kita bersama, selamatkan generasi,” ujarnya menutup komentar.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
esdm 3