Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Tambak Udang Terintegrasi Rp7,2 Triliun Mulai Dibangun di Sumba

Tambak Udang Terintegrasi Rp7,2 Triliun Mulai Dibangun di Sumba

Kamis, 12 Februari 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kementerian Kelautan dan Perikanan memulai pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan nilai investasi mencapai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun. [Foto: dok. KKP]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan nilai investasi mencapai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun. 

Proyek ini digadang-gadang menjadi model pengembangan budi daya udang nasional berbasis industri modern dan berkelanjutan.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima pada Kamis (12/2/2026), Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengatakan kawasan seluas kurang lebih 2.150 hektare tersebut dikembangkan menggunakan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF). Fasilitas yang dibangun mencakup sistem pengambilan air laut, tandon, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga sarana penunjang kawasan dan peralatan produksi.

Menurut Haeru, proyek ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 55 ton per hektare per siklus, dengan total produksi diproyeksikan mencapai 52.800 ton udang per tahun. Selain meningkatkan produksi nasional, pembangunan kawasan ini juga diarahkan untuk memperkuat daya saing ekspor udang Indonesia di pasar global melalui penerapan standar Good Aquaculture Practices (GAP).

Adapun lokasi proyek berada di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai. Tahap awal konstruksi telah berjalan dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan sejumlah alat berat. 

Pemerintah berharap proyek strategis ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI