Rabu, 02 September 2026
Beranda / Ekonomi / Menteri UMKM Ingatkan Jangan Kejar Ekspor Jika Pasar Domestik Belum Kuat

Menteri UMKM Ingatkan Jangan Kejar Ekspor Jika Pasar Domestik Belum Kuat

Rabu, 02 September 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak terburu-buru mengejar pasar ekspor sebelum memiliki fundamental usaha dan penguasaan pasar domestik yang kuat. [Foto: dok. K-UMKM]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak terburu-buru mengejar pasar ekspor sebelum memiliki fundamental usaha dan penguasaan pasar domestik yang kuat.

Menurut Maman, ekspor memang menjadi peluang penting untuk meningkatkan skala usaha dan memperluas pasar. Namun, keberhasilan menembus pasar internasional harus didukung kualitas produk, kapasitas produksi, manajemen usaha, serta konsistensi yang telah teruji di dalam negeri.

“Boleh kita support teman-teman untuk ekspor, 100 persen kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut,” kata Maman dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (2/9/2026).

Ia menilai pasar domestik menjadi tempat penting bagi UMKM untuk menguji kualitas dan konsistensi produk sebelum menghadapi persaingan global yang lebih kompleks.

“Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik,” ujarnya.

Maman menegaskan penguatan pasar domestik dan ekspor harus berjalan beriringan. Ia mengingatkan besarnya pasar Indonesia merupakan kekuatan yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM nasional.

“Pasar domestik adalah benteng pertahanan kita. Kita boleh keluar untuk ekspor, tetapi jangan sampai benteng kita sendiri kosong dan dikuasai produk dari luar,” katanya.

Selain pasar, Maman juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat. Menurut dia, akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi harus diikuti kemampuan manajemen keuangan yang disiplin agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Untuk memperluas layanan bagi pelaku usaha, Kementerian UMKM menghadirkan SAPA UMKM, sistem layanan terintegrasi yang menyediakan akses verifikasi usaha, legalitas dan sertifikasi, pembiayaan, peningkatan kapasitas, pembukuan digital, hingga pemasaran.

“Pemerintah harus hadir dalam setiap proses tumbuh dan berkembangnya usaha mereka,” ujar Maman.

Sementara itu, Direktur Utama SMESCO Doddy Akhmadsyah Matondang mengatakan pihaknya saat ini memiliki sekitar 100.000 data UMKM yang terus dipetakan berdasarkan kesiapan dan potensi pengembangannya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 UMKM telah teridentifikasi siap memasuki pasar ekspor. SMESCO juga telah menghubungi 1.083 UMKM, dengan 551 di antaranya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.

Menurut Doddy, sejumlah tantangan UMKM untuk masuk ke pasar global masih berkaitan dengan pemasaran, pembiayaan, dan perizinan.

Karena itu, SMESCO berkomitmen menyediakan layanan menyeluruh, mulai dari akses pasar, pembiayaan, hingga perizinan, agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub