Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Kenaikan Harga Plastik Dinilai Bebani UMKM, YaPKA Minta Pemerintah Aceh Segera Cari Solusi

Kenaikan Harga Plastik Dinilai Bebani UMKM, YaPKA Minta Pemerintah Aceh Segera Cari Solusi

Selasa, 14 April 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKA), Fahmiwati. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kenaikan harga plastik dinilai mulai berdampak langsung terhadap pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman skala kecil hingga menengah di Aceh. Kondisi ini dikhawatirkan berujung pada kenaikan harga jual produk yang pada akhirnya membebani konsumen.

Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKA), Fahmiwati, mengatakan bahwa di tengah kondisi pergerakan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kenaikan harga bahan pendukung seperti plastik dinilai belum tepat dilakukan.

“Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kenaikan harga plastik tentu sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi kecil di Aceh,” ujar Fahmiwati kepada media dialeksis.com, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, pelaku usaha yang bergantung pada penggunaan plastik sebagai bahan pembungkus--baik skala kecil maupun besar--akan terdampak signifikan. Mereka terpaksa melakukan penyesuaian harga jual produk untuk menutupi biaya operasional yang meningkat.

“Pada akhirnya, konsumen yang akan menanggung beban dari kenaikan tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, Fahmiwati mengakui bahwa dari sisi lingkungan, kenaikan harga plastik dapat memberikan dampak positif berupa potensi pengurangan penggunaan plastik. Namun, ia menilai efek tersebut kemungkinan tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.

“Memang ada sisi positif dalam mengurangi sampah plastik, tetapi dampaknya mungkin tidak terlalu besar jika tidak dibarengi kebijakan yang komprehensif,” tambahnya.

Untuk itu, YaPKA mendorong pemerintah agar segera turun tangan mengendalikan kondisi tersebut, sekaligus mencari solusi yang berpihak kepada konsumen dan pelaku usaha kecil.

“Kami menghimbau pemerintah Aceh agar mengantisipasi persoalan ini dengan serius, serta menghadirkan kebijakan yang mampu melindungi konsumen tanpa mematikan usaha kecil,” tegas Fahmiwati.

YaPKA juga mengajak pelaku usaha untuk mulai mempertimbangkan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan, namun tetap terjangkau, guna mengurangi ketergantungan pada plastik di tengah fluktuasi harga yang terjadi.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI