DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan langkah pemerintah memperkuat rantai pasok global dan memperluas akses pasar UMKM ke China. Upaya ini dilakukan usai kunjungan kerja dalam forum Indonesia-China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.
Maman menyebut China menjadi target strategis karena tingginya permintaan terhadap sejumlah komoditas unggulan Indonesia.
“Kepentingan utama kita ke China adalah membangun rantai pasok produk UMKM Indonesia dan memperluas akses pasar di negara itu,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima pada Kamis (9/4/2026).
Ia mengungkapkan, sejumlah komoditas seperti durian, manggis, buah naga, hingga sarang burung walet mendapat perhatian besar dari pasar China. Bahkan, produk sarang burung walet Indonesia saat ini telah memenuhi sekitar 70% kebutuhan di negara tersebut.
“Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas,” katanya.
Selain memperluas ekspor, pemerintah juga mendorong integrasi digital melalui platform SAPA UMKM serta menyiapkan peningkatan kapasitas SDM. Pemerintah juga tengah menyelesaikan kendala ekspor, termasuk tertahannya produk walet di bea cukai China, serta membentuk tim bersama untuk harmonisasi standar produk. [in]