Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Kemenperin Bantah Isu Investasi Seret: 1.236 Pabrik Baru Siap Produksi 2026

Kemenperin Bantah Isu Investasi Seret: 1.236 Pabrik Baru Siap Produksi 2026

Rabu, 04 Februari 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan pihaknya mencatat, per 15 Januari 2026 terdapat 1.236 perusahaan industri yang telah menyelesaikan tahap pembangunan sepanjang 2025 dan siap memulai produksi untuk pertama kalinya pada 2026. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan investasi di sektor industri manufaktur nasional masih tumbuh dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari realisasi kapasitas produksi baru yang siap beroperasi pada 2026 serta berbagai indikator investasi riil lainnya.

Kemenperin mencatat, per 15 Januari 2026 terdapat 1.236 perusahaan industri yang telah menyelesaikan tahap pembangunan sepanjang 2025 dan siap memulai produksi untuk pertama kalinya pada 2026. Kehadiran industri baru tersebut menjadi bukti bahwa investasi manufaktur tidak hanya tercatat di atas kertas, tetapi telah terealisasi di sektor riil.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, pandangan sejumlah pihak yang meragukan keberlanjutan investasi manufaktur tidak sepenuhnya mencerminkan data faktual. Menurutnya, jumlah industri baru yang siap beroperasi menunjukkan investasi manufaktur masih berjalan kuat.

“Masuknya investasi ke sektor industri tidak bisa dinilai hanya dari satu indikator sentimen. Fakta bahwa lebih dari seribu perusahaan industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan bahwa investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” ujar Febri dalam keterangan resmi, Rabu (4/1/2026).

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor barang modal sepanjang 2025 tumbuh lebih dari 34,66% dibandingkan 2024. Impor tersebut didominasi mesin dan peralatan mekanis yang erat kaitannya dengan investasi baru serta ekspansi dan modernisasi kapasitas produksi industri.

“Peningkatan signifikan impor mesin dan peralatan mekanis menjadi indikator kuat bahwa investasi manufaktur justru tumbuh pesat, terutama sepanjang 2025,” tegas Febri. 

Ia menambahkan, investasi industri pada 2026 diperkirakan mampu menyerap sekitar 218 ribu tenaga kerja baru dan berkontribusi terhadap peningkatan PDB industri pengolahan nonmigas. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI