Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Jelang Meugang, Pemerintah Aceh Pastikan Pasokan Daging Tak Langka

Jelang Meugang, Pemerintah Aceh Pastikan Pasokan Daging Tak Langka

Rabu, 21 Januari 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora
Foto: Nora/Dialeksis 

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan daging bagi masyarakat menyusul terganggunya pasokan daging lokal akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. 

Upaya tersebut menjadi salah satu fokus utama Gubernur Aceh dalam pertemuannya dengan sejumlah kementerian di Jakarta.

Pada Senin (19/1), Gubernur Aceh secara khusus bertemu Menteri Perdagangan, Dr. Budi Santoso, M.Si., didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma, ST. 

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan pertemuan itu menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan daging bagi Aceh yang dipastikan terdampak akibat menurunnya pasokan ternak lokal pascabencana.

“Gubernur telah meminta PEMA untuk menindaklanjuti pembahasan ini dengan kementerian terkait, khususnya dalam hal kuota izin impor daging. Saat ini PEMA sedang melakukan tindak lanjut dan telah menggelar sejumlah pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait guna mempercepat proses tersebut,” ujar MTA dalam keterangan tertulis kepada Dialeksis, Rabu. 

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan daging tahun 2026, terutama menjelang tradisi Meugang, PEMA akan menempuh mekanisme business to business (B to B) dengan badan usaha milik negara (BUMN) atau perusahaan yang telah memiliki kuota impor daging.

Berdasarkan data Pemerintah Aceh, kebutuhan daging di Aceh pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 9.618 ton. Sementara itu, pada momen khusus Meugang, kebutuhan daging rata-rata mencapai 1.000 hingga 1.500 ton. Selebihnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat serta sektor usaha sepanjang tahun.

Pemerintah Aceh, kata MTA, saat ini terus melakukan berbagai langkah dan kebijakan pemulihan kondisi daerah di bawah supervisi intensif Pemerintah Pusat. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemulihan pascabencana agar stabilitas pasokan pangan tetap terjaga.

“Dalam berbagai kesempatan, Gubernur selalu berharap seluruh elemen dapat terus bersatu dan bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun Aceh yang lebih baik dan bangkit dari dampak bencana,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI