Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / IKI Turun ke 51,86, Kemenperin: Akibat Tekanan Global dan Faktor Musiman

IKI Turun ke 51,86, Kemenperin: Akibat Tekanan Global dan Faktor Musiman

Kamis, 02 April 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan perlambatan kinerja industri manufaktur nasional  dipengaruhi oleh faktor musiman pasca Hari Besar Keagamaan Nasional. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kinerja industri manufaktur nasional menunjukkan perlambatan pada Maret 2026, meskipun masih berada di fase ekspansi. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat sebesar 51,86, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 54,02. Penurunan ini mengindikasikan aktivitas industri tetap tumbuh, namun dengan laju yang lebih moderat.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan perlambatan tersebut dipengaruhi oleh faktor musiman pasca Hari Besar Keagamaan Nasional. 

“Penurunan IKI pada Maret ini terutama dipengaruhi faktor seasonal setelah Lebaran dan Imlek, di mana industri sebelumnya telah mencapai puncak produksi pada Februari,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, pelaku industri mulai menyesuaikan tingkat produksi seiring normalisasi permintaan. Kondisi ini juga dipicu oleh penumpukan stok akibat terganggunya distribusi logistik selama periode libur panjang. Pembatasan aktivitas logistik yang berlangsung sekitar dua pekan sebelum dan sesudah Lebaran turut memperlambat arus barang di pasar.

Di sisi lain, dinamika global turut memberi tekanan terhadap sektor manufaktur nasional. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional, termasuk distribusi energi. Namun demikian, pemerintah menilai dampaknya masih terbatas pada subsektor tertentu yang bergantung pada bahan baku dari kawasan tersebut.

Meski melambat, sejumlah indikator menunjukkan daya tahan industri masih cukup kuat. Sebanyak 16 dari 23 subsektor tercatat berada di zona ekspansi dengan kontribusi dominan terhadap PDB industri pengolahan. Selain itu, komponen pembentuk IKI seperti pesanan, produksi, dan persediaan masih berada di atas level 50, meski mengalami penurunan pada sisi permintaan dan output.

Pemerintah pun mendorong pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi, khususnya dalam penggunaan energi, serta memanfaatkan peluang di tengah gejolak global. 

“Kami optimistis industri nasional tetap resilien. Dengan strategi yang tepat, sektor ini akan terus menjadi motor penggerak ekonomi,” kata Febri. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI