DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh kembali melakukan kegiatan Bazar Sayur bekerja sama dengan Rumoh Pangan Aceh, Ahad (18/1/2026) subuh.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Oman Al-Makmur, Gampong Bandar Baru, Kota Banda Aceh ini menjadi ruang bagi jamaah untuk berbelanja sekaligus berbagi donasi petani penyintas bencana.
Bazar Sayur tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap petani di Aceh Tengah yang terdampak banjir dan longsor. Bencana tersebut menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen, kerusakan lahan pertanian, hingga kesulitan mendistribusikan hasil panen yang sudah siap jual.
Humas Masjid Oman Al-Makmur sekaligus Koordinator Program Bazar Sayur, Mauliza Akbar, mengatakan kegiatan ini merupakan respons nyata masjid terhadap kondisi petani yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
“Ini adalah respon dari Masjid Oman Al-Makmur dan Rumoh Pangan Aceh terhadap para petani di Aceh Tengah yang sangat kesulitan akibat banjir dan longsor. Banyak lahan tertimbun longsor, terbawa banjir, bahkan ada yang sudah panen tetapi tidak bisa mendistribusikannya,” ujar Mauliza kepada media dialeksis.com, Minggu (18/1/2026).
Ia menjelaskan, dampak bencana tersebut juga membuat harga hasil pertanian petani jatuh drastis. Melihat kondisi itu, pihak masjid mengambil inisiatif untuk membeli langsung hasil panen petani dengan harga yang lebih baik sebagai bentuk dukungan moral dan ekonomi.
“Kami membeli hasil panen petani tidak hanya dengan harga biasa, tetapi kami lebihkan sebagai bentuk dukungan kepada mereka,” jelasnya.
Dalam Bazar Sayur ini, jamaah dapat membeli berbagai komoditas hasil pertanian Aceh Tengah, seperti cabai merah, kentang super dan kentang biasa, tomat, bawang merah, kol, semangka, labu siam, markisa, hingga alpukat.
Mauliza memastikan seluruh sayur dan buah yang dijual berasal langsung dari petani Aceh Tengah, di antaranya dari wilayah Ketol, Mandele, hingga Linyo.
“Semuanya kita dapatkan langsung dari petani Aceh Tengah. Ada yang dari Ketol, Mendale, sampai Linge,” katanya.
Ia menambahkan, program Bazar Sayur ini telah dilaksanakan sebanyak tiga tahap sejak terjadinya bencana. Masjid Oman Al-Makmur berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan serupa, terutama bagi petani yang lahannya belum pulih akibat longsor.
“Insya Allah ke depan kita akan terus berikhtiar membantu para petani yang masih dalam kondisi musibah. Program ini akan kita lanjutkan, terutama menjelang Ramadan,” ujarnya.
Direktur Rumoh Pangan Aceh, Rivan Rinaldi, mengatakan bahwa Bazar Sayur ini merupakan upaya konkret menjaga keberlangsungan ekonomi petani di tengah situasi pascabencana.
“Pasca banjir dan longsor, banyak petani yang hasil panennya tidak terserap pasar karena distribusi terhambat dan harga anjlok. Melalui bazar ini, kami berupaya memastikan panen petani tetap terbeli dengan harga yang layak, sehingga mereka masih memiliki daya bertahan secara ekonomi,” ujar Rivan.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Masjid Oman Al-Makmur menjadi contoh bagaimana ruang ibadah dapat berperan strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat solidaritas antara jamaah dan petani.
“Ini bukan sekadar kegiatan jual beli, tetapi gerakan solidaritas. Jamaah bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari, sementara petani terbantu karena hasil panennya terserap. Model seperti ini akan terus kami dorong, terutama menjelang Ramadan,” pungkasnya. [nh]