Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Taliban dan Pakistan Saling Serang di Perbatasan, Klaim Korban Berjatuhan

Taliban dan Pakistan Saling Serang di Perbatasan, Klaim Korban Berjatuhan

Jum`at, 27 Februari 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Para pejuang Taliban Afghanistan berpatroli di dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan di Spin Boldak, provinsi Kandahar, setelah terjadi baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan pada Oktober 2025 [Foto: Reuters]


DIALEKSIS.COM | Kabul - Ketegangan di perbatasan Afghanistan-Pakistan kembali memanas setelah otoritas Taliban Afghanistan mengumumkan peluncuran serangan terhadap posisi militer Pakistan sebagai balasan atas serangan udara Islamabad pekan lalu.

Kantor media korps militer Afghanistan di wilayah timur menyatakan bahwa “bentrokan hebat” pecah pada Kamis (26/2/2026) malam sebagai respons atas serangan udara Pakistan di provinsi Nangarhar dan Paktia.

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan operasi ofensif skala besar telah diluncurkan di sepanjang Garis Durand.

“Sebagai tanggapan atas provokasi dan pelanggaran berulang oleh kalangan militer Pakistan, operasi ofensif skala besar telah diluncurkan terhadap posisi dan instalasi militer Pakistan di sepanjang Garis Durand,” tulisnya di platform X yang dilansir pada Jumat (27/2/2026).

Sumber militer Afghanistan mengklaim 10 tentara Pakistan tewas dan 13 pos terdepan berhasil direbut dalam serangan tersebut. Namun, pihak Pakistan membantah klaim itu.

Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyatakan pasukannya telah memberikan “tanggapan segera dan efektif” terhadap tembakan Taliban di sejumlah sektor di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Juru bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, menegaskan tidak ada pos Pakistan yang direbut. “Tidak ada pos terdepan Pakistan yang direbut atau dirusak. Pasukan kami telah menimbulkan kerugian besar sebagai tanggapan terhadap agresi Taliban yang tidak beralasan,” katanya.

Ia bahkan mengklaim 133 anggota Taliban Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka, serta puluhan pos Taliban dihancurkan atau direbut. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Kabul terkait klaim terbaru tersebut.

Hubungan kedua negara memang memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Perbatasan sepanjang 2.611 kilometer yang dikenal sebagai Garis Durand sebagian besar ditutup sejak bentrokan mematikan pada Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi.

Isu keamanan menjadi sumber utama ketegangan. Pakistan menuduh Afghanistan melindungi kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok militan yang aktif melancarkan serangan di wilayah Pakistan.

Analis senior Asia Selatan dari Armed Conflict Location & Event Data (ACLED), Pearl Pandya, mengatakan perbatasan yang longgar memberi ruang aman bagi militan untuk berlindung.

“Tanpa tindakan keras yang serius terhadap TTP oleh Afghanistan, eskalasi lebih lanjut tampaknya tak terhindarkan,” ujarnya.

Taliban Afghanistan membantah tudingan bahwa mereka melindungi kelompok tersebut.

Sementara itu, laporan mengenai sedikitnya satu ledakan keras di Kabul yang disertai suara pesawat semakin menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut. [Aljazeera, AFP, Reuters]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI