DIALEKSIS.COM | Damaskus - Sedikitnya enam orang tewas dan 22 lainnya terluka akibat ledakan yang terjadi di sebuah kafe di pusat Kota Damaskus, Suriah, pada Kamis (2/7/2026) waktu setempat.
Kementerian Kesehatan Suriah menyatakan ledakan terjadi sekitar pukul 15.24 waktu setempat di sebuah kafe yang berada di Jalan al-Nasser, Distrik al-Marjah, tidak jauh dari Istana Kehakiman.
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa ledakan tersebut dipicu oleh sebuah alat peledak. Rekaman dari lokasi memperlihatkan bangunan kafe mengalami kerusakan berat dengan bercak darah terlihat di lantai.
Aparat keamanan segera menutup area kejadian karena khawatir terdapat ledakan susulan. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Suriah memulai penyelidikan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas milik pemerintah maupun swasta di sekitar lokasi.
Menurut laporan koresponden Al Jazeera di Suriah, Milad Fadl, petugas masih mengumpulkan bukti untuk mengidentifikasi pelaku.
"Warga sekitar sempat memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum ambulans tiba di lokasi," ujar Fadl.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, aparat keamanan menyebut masih memburu sel-sel tidur yang diduga berupaya mengganggu stabilitas pemerintahan baru Suriah.
Fadl mengatakan aparat sebelumnya juga telah menangkap sejumlah kelompok serupa dalam operasi keamanan yang dilakukan setelah beberapa insiden terdahulu.
Ledakan terjadi di kawasan yang tengah ramai aktivitas. Selain terdapat pasar di sekitarnya, Istana Kehakiman yang hanya berjarak sekitar 40 meter dari lokasi ledakan sedang menggelar sejumlah persidangan, termasuk perkara yang melibatkan tokoh-tokoh penting dari pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad.
Pekan ini, mantan mufti besar Suriah, Ahmad Badr al-Aldin Hassoun, juga menjalani persidangan di gedung tersebut.
Gubernur Damaskus, Maher Marwan, mengatakan kondisi keamanan di ibu kota telah menunjukkan perbaikan dalam beberapa bulan terakhir, meski stabilitas penuh masih membutuhkan waktu.
"Semakin stabil Suriah, semakin banyak pihak yang berusaha merusaknya," kata Marwan kepada wartawan di lokasi kejadian.
Ia menegaskan pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban dan menyatakan pemerintah akan terus menjaga keamanan negara.
Sementara itu, koresponden Al Jazeera di Damaskus, Obaida Hitto, mengatakan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah karena sejumlah korban luka berada dalam kondisi serius.[Aljazeera, AFP]
