DIALEKSIS.COM | Caracas - Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah dan kini mencapai lebih dari 1.400 jiwa hingga Sabtu (27/6/2026).
Tim penyelamat dari berbagai negara mulai berdatangan untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban selamat di wilayah pesisir La Guaira serta sebagian Caracas yang mengalami kerusakan paling parah.
Pemerintah Venezuela menyebut lebih dari 1.600 personel penyelamat asing telah tiba, sementara ratusan gempa susulan masih terus terjadi sejak gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo mengguncang negara itu pada Rabu lalu.
Di Caraballeda, salah satu kawasan yang paling terdampak, helikopter Amerika Serikat mengangkut tim penyelamat ke lokasi bencana. Warga dan relawan juga terus mencari korban di tengah keterbatasan alat berat.
Seorang warga, Alejandro Serrano, masih mencari adiknya yang hilang setelah apartemen tempat tinggalnya runtuh akibat gempa. Ia berharap sang adik masih selamat meski hingga kini belum ditemukan.
Sementara itu, banyak warga terpaksa tidur di jalan karena khawatir gempa susulan. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat, sementara akses menuju La Guaira masih dibatasi agar kendaraan darurat dapat bergerak lebih leluasa.
Pemerintah menyatakan ratusan orang masih hilang atau terjebak reruntuhan. Namun, situs yang dipromosikan kelompok oposisi mencatat lebih dari 55.000 orang dilaporkan belum diketahui keberadaannya.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan jumlah korban tewas berpotensi melampaui 10.000 jiwa, sehingga bencana ini berisiko menjadi salah satu gempa paling mematikan di Amerika Latin dalam satu abad terakhir.
Amerika Serikat telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela dan dikabarkan akan mengumumkan tambahan dana bantuan senilai ratusan juta dolar dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, Paus Leo turut menyampaikan doa bagi para korban dan berharap solidaritas internasional terhadap Venezuela terus mengalir. [reuters/cnbc]
